Hukum Salat Qasar dan Jamak yang Perlu Dipahami Umat Muslim

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengutip dari buku Fiqh Islam, Sulaiman Rasjid (2019: 118), menurut mashab Imam Syafi’i, hukum salat qasar dan jamak adalah harus (boleh) dilaksanakan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sholat qasar merupakan sebutan bagi sholat fardhu yang dikerjakan secara ringkas dengan mengurangi beberapa rakaat dalam kondisi tertentu. Adapun sholat yang umumnya dapat dikerjakan secara qasar adalah sholat dzuhur, ashar, dan isya dimana masing-masing sholat yang berjumlah 4 rakaat tersebut dapat diringkas untuk dikerjakan dua rakaat saja di waktu-waktu tertentu.
Sedangkan sholat jamak ialah sholat fardhu yang pengerjaannya disatukan dengan sholat fardhu lain di satu waktu. Secara bahasa, jamak artinya dikumpulkan. Oleh karena itu, sholat jamak dilakukan dengan cara menyatukan 2 macam waktu sholat untuk dikerjakan dalam satu waktu apakah akan dikerjakan di awal waktu (jamak taqdim), ataupun di akhir waktu (jamak ta’khir).
Adapun contoh pelaksanaan sholat jamak misalnya seperti berikut:
Jamak taqdim: mengumpulkan sholat dhuhur dan ashar kemudian kedua sholat tersebut dikerjakan pada waktu dhuhur dengan mengerjakan sholat fardhu dhuhur dan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat ashar
Jamak taqdim: mengumpulkan sholat magrib dan isya dengan melaksanakannya di waktu magrib (awal waktu). Kerjakan sholat magrib lebih dulu kemudian dilanjut dengan sholat isya
Jamak ta’khir: berniat melakukan sholat jamak ta’khir di waktu sholat yang pertama, kemudian mengumpulkan dua sholat di waktu terkahir. Misalnya mengumpulkan sholat dhuhur dan ashar, kemudian kedua sholat tersebut dikerjakan saat sholat ashar dengan mengerjakan sholat ashar terlebih dulu selanjutnya mengerjakan sholat dhuhur
Hukum Salat Qasar dan Jamak yang Perlu Diketahui
Dalam pendapat mashab Imam Syafi’i, hukum salat qasar dan jamak adalah mubah atau boleh dilakukan. Adapun pelaksanaan sholat qasar dan jamak tadi pada dasarnya diperbolehkan untuk dilakukan oleh umat muslim yang tengah berada dalam perjalanan jauh.
Pada dasarnya sholat qasar dan jamak tersebut merupakan keringanan bagi umat muslim yang tengah dalam perjalanan dengan tujuan agar mereka tetap bisa mengerjakan kewajiban sholatnya.
Berdasarkan ulasan tadi, maka hukum salat qasar dan jamak adalah mubah (diperbolehkan) sebagai bentuk keringanan ibadah bagi umat muslim yang tengah dalam perjalanan.
Namun apabila umat muslim bisa berhenti sejenak saat waktu sholat tiba, maka ada baiknya untuk melaksanakan sholat sesuai waktunya. Sebaliknya jika khawatir akan melewati waktu sholat tersebut, maka umat muslim dapat mengerjakan sholat jamak dan qasar tadi. (HAI)
