Hukum Tajwid dalam Surat Ali Imran Ayat 190-191

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum tajwid dalam surat Ali Imran ayat 190-191 di Al-Quran harus diketahui oleh umat Islam. Tajwid adalah hal yang perlu dipahami dan dipelajari. Dengan memahami tajwid, maka tidak akan salah saat melafalkan ayat Al-Quran.
Jika salah melafalkan ayat Al-Quran dapat mengubah makna hingga artinya. Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman tentang tajwid yang sesuai dengan kaidah dalam agama Islam.
Penjelasan Hukum Tajwid dalam Surat Ali Imran Ayat 190-191
Al-Quran adalah kitab suci yang tidak bisa sembarangan dibaca. Saat membaca Al-Quran, dibutuhkan pemahaman tentang tajwid.
Dikutip dari buku Metode Pengajaran Alquran dan Seni Baca Alquran dengan Ilmu Tajwid, Nur’aini (2020), ilmu tajwid adalah ilmu cara membaca alQur’an secara tepat, yaitu dengan mengeluarkan bunyi huruf dari asal tempat keluarnya (makhraj) sesuai dengan sifat dan konsekuensi dari sifat yang dimiliki huruf tersebut, mengetahui di mana harus berhenti (waqf) dan di mana harus memulai bacaan kembali (ibtida’).
Setiap surat dalam Al-Quran harus dibaca dengan tajwid yang benar. Salah satunya adalah surat Al-Imran. Apa saja hukum tajwid dalam surat Ali Imran ayat 190-191?
Tajwid Surat Ali Imran Ayat 190
إِنَّ
Tajwid yang digunakan adalah ghunnah musyaddah. Hal itu karena terdapat huruf dengan nun bertasydid. Cara membaca ghunnah musyaddah adalah mendengungkan nun tasydid dua harakat.
السَّمٰوٰ
Hukum bacaan tersebut adalah alif lam syamsiyah. Hal itu karena terdapat alif lam bertemu dengan syin bertasydid.
وَالْأَرْض
Hukum bacaan tersebut adalah alif lam qomariah karena terdapat ال bertemu dengan alif. Cara membacanya adalah alif lam dibaca jelas.
اللَّيْلِ
Hukumnya adalah mad layyin karena terdapat ya’ sukun yang didahului huruf berharakat fathah. Cara membacanya adalah dengan membaca huruf berharakat fathah kemudian disambung ya’ sukun.
وَالنَّهَارِ
Hukum bacaannya adalah ghunnah musyaddah. Selain itu juga mengandung alif lam syamsiyah karena ada alif lam bertemu dengan nun bertasydid.
لِ
Hukumnya adalah mad badal karena terdapat huruf mad yakni alif bertemu dengan hamzah pada satu kalimat. Cara membacanya adalah dengan dipanjangkan sebanyak dua harakat.
Tajwid Surat Ali Imran Ayat 191
كُرُوْنَ
Hukum bacaannya adalah mad thabi’i. Hal itu karena terdapat huruf ra’ berharakat dammah bertemu dengan wau. Cara bacanya adalah dengan panjang dua harakat.
اللَّهَ
Hukumnya adalah lam tafkhim. Cara membacanya adalah tebal dengan mengangkat lidah ke langit-langit sambil menekannya.
Selain itu, pada ayat ke 191, terdapat hukum bacaan idgham bighunnah, izhar syafawi, alif lam syamsiyah dan qomariah, qolqolah sughro, ikhfa, dan mad arid lissukun.
Baca juga: 3 Contoh Mad Badal untuk Lengkapi Proses Belajar Tajwid Alquran
Demikian hukum tajwid dalam surat Ali Imran ayat 190-191 di Al-Quran. Semoga dapat membantu saat membaca dan mempelajari isi Al-Quran. (FAR)
