Ilustrasi Khotbah Tentang Keluarga Kristen yang Saling Mengasihi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keluarga Kristen yang bertumbuh dalam Kristen harus sering berkumpul untuk mengadakan persektuan. Adapun persekutuan sebaiknya diadakan pagi dan malam hari. Jika belum pernah mengadakan renungan, kamu dapat mencobanya dengan cara sederhana.
Kata “renungan” (buah pikiran) berasal dari kata dasar “renung”, yang berarti diam sambil memikirkan sesuatu secara mendalam. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ilustrasi khotbah tentang keluarga Kristen yang saling mengasihi.
Harapannya artikel ini dapat membantu setiap keluarga Kristen untuk memulai melakukan ibadah renungan bersama.
Ilustrasi Khotbah Tentang Keluarga Kristen
Berikut adalah ilustrasi khotbah tentang keluarga Kristen yang saling mengasihi dan berkomitmen, yang dikutip dari buku Renungan Harian®: Juli 2020 yang ditulis oleh Tim Penulis RH (2020: 7).
Komitmen Ibadah Keluarga
Nats Alkitab: Yosua 24: 1–28
Ada beberapa kenangan manis semasa saya kanak-kanak. Hampir setiap malam, kecuali Sabtu dan Minggu, Ibu mengajak kami berkumpul untuk menghafal beberapa ayat Alkitab dan berdoa. Kadang Ibu membacakan cerita-cerita yang indah. Kebiasaan itu membuat saya mampu mengingat bagian Alkitab yang menghibur tatkala menghadapi tekanan hidup. Juga memberi arah ketika menghadapi dilema pengambilan keputusan.
Yosua bersama Kaleb tergolong generasi Israel yang lahir di Mesir. Mereka adalah saksi hidup peristiwa-peristiwa dahsyat penyelamatan Tuhan atas Israel melalui Musa. Pengalaman yang sangat berpengaruh itu membuat Yosua bersikap hormat dan setiap kepada Tuhan. Yosua pun tidak bosan mengisahkan kebaikan Tuhan pada umat Israel. Saat ajal mendekat, Yosua bermaksud mewariskan sikapnya itu kepada umat yang dipimpinnya. Dengan lantang Yosua memproklamirkan bahwa andaipun Israel tidak beribadah kepada Tuhan, ia dan keluarga akan beribadah kepada Tuhan.
Ibadah dalam keluarga niscaya membuat keluarga memiliki kesatuan yang lebih erat. Mereka yang melakukannya punya daya tahan yang lebih besar terhadap tekanan dan percobaan. Keluarga pun memiliki keberanian untuk mendorong orang lain beribadah kepada Tuhan. Namun agar rutin dilakukan, keluarga harus berjuang keras mewujudkannya. Keluarga juga wajib menerapkan titah Tuhan dalam hidup keseharian. Agar dengan demikian, iman diwariskan kepada keturunan sebagai harta yang bersifat kekal.
Semoga kasih Kristus menyertaimu selalu, Amin! (CHL)
