Konten dari Pengguna

Info dan Nama Marga Batak Mandailing yang Bermukim di Sumatera Utara

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suku batak Mandailing. Foto: unsplash.com/leosagala_
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suku batak Mandailing. Foto: unsplash.com/leosagala_

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan suku. Salah satu suku kenamaan yang banyak bermukim di Sumatera Utara adalah suku Batak. Suku Batak sendiri terbagi menjadi enam katagori atau disebut sebagai puak, salah satu di antaranya adalah Batak Mandailing. Dalam artikel kali ini akan memberi informasi dan nama Marga Batak Mandailing secara singkat.

Info dan Nama Marga Batak Mandailing yang Bermukim di Sumatera Utara

Batak dikenal sebagai suku yang memiliki banyak sekali nama marga. Bahkan, suku dengan penduduk terbesar ke-3 di Indonesia ini memiliki lebih dari 300 nama marga yang termasuk dalam 6 puak dan salah satunya adalah Mandailing.

Masyarakat Mandailing mempunyai sebuah pengetahuan mengenai silsiah atau dalam bahasa Mandailing disebut juga tarambo atau tambo. Silsilah orang Mandailing bisa mencapai beberapa keturunan sekaligus riwayat nenek moyang mereka. Pada mulanya, silsilah sesuatu marga terjadi secara turun temurun secara lisan dari keturunan bapak (patrineal). Kemudian diturunkan secara tertulis.

Selain itu, suku Mandailing juga menganut suatu falsafah. Dikutip dari buku Harmonious Family karya Elfi Sahara (2013:62), falsafah tersebut yakni Dahlihan Na Tolu atau yang berarti pemberi istri, anakboru artinya penerima istri, dan kahanggi dengan arti saudara semarha. Dalam kehidupan sehari-hari, falsafah tersebut dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan suku Mandailing.

Ilustrasi suku Batak Mandailing. Foto: unsplash.com/leosagala_

Secara umum, Suku Mandailing memiliki nama marga seperti Nasution, Siregar, Lubis, Daulay, Pulungan, Parinduri, Lintagn, Rangkuti, dan Mardia. Namun menurut Abdoellah Loebis dalam buku Mangaraja Ihoetan, Riwayat Tanah Wakaf Bangsa Mandailing di Sungai Mati, marga-marga di Mandailing dibagi menjadi beberapa macam, yakni:

Mandailing Julu dan Pakantan

  • Sinuraya

  • Ginting

  • Sembiring

  • Lubis (yang terbagi menjadi Lubis Huta Nopan dan Lubis Singa Soro)

  • Nasution

  • Parinduri

  • Batu Bara

  • Matondang

  • Daulay

  • Nai Monte

  • Hasibuan

  • Pulungan

Mandailing Gongang

  • Nasution (Nasution Panyabungan, Tambangan, Borotan, Lantat, Jior, Tonga, Dolok, Maga, Pidoli, dan lain-lain)

  • Lubis

  • Hasibuan

  • Batu Bara

  • Matondang

  • Rangkuti

  • Mardia

  • Parinduri

  • Batu na Bolon

  • Pulungan

  • Mangintir

  • Nai Monte

  • Panggabean

  • Tangga Ambeng

  • Margara

Berbeda dengan suku Batak lainnya, suku Mandailing mayoritas masyarakatnnya memeluk agama Islam.

Struktur kekuasaan pada keluarga Mandailing, terutama di kota Medan cenderung ke arah yang lebih seimbang, terutama saat wanita mencari pekerjaan. Hal ini disebabkan keduanya membagi rata beban dan ini memperkuat posisi wanita dalam rumah tangga. Walaupun wewenang tentang rumah masih secara formal terletak pada suami, namun posisi istri menjadi lebih penting dalam pandangan keluarga marga suami.

Itulah informasi mengenai nama marga Barak Mandailing. Semoga infomrasi di atas dapat menambah wawasan Anda.(MZM)