Informasi Terminal Bandara Soekarno Hatta untuk Batik Air Lengkap

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak tahun 2020 kemarin, ada perubahan lokasi terminal bandara Soekarno Hatta untuk Batik Air. Penerbangan domestik yang dulunya dikhususkan di terminal 1 sekarang sudah dipindahkan.
Informasi pemindahan terminal bandara Soekarno Hatta untuk Batik Air semacam ini tetnunya berguna bagi Anda yang mungkin dalam waktu dekat akan melakukan perjalanan menggunakan maskapai penerbangan BAtik Air.
Hal ini bukannya tanpa alasan, bandara Soekarno Hatta memang memiliki 3 terminal yang sangat sibuk pergerakannya. Hal ini akan membingungkan Anda bila tidak tahu informasi penerbangan yang terbaru.
Melansir dari buku 71 Keajaiban Indonesia yang Wajib Diketahui, Sugeng, H. R, 2013, bandara Soekarno Hatta tercatat sebagai bandar udara terbesar yang ada di Indonesia. Dibangun pada akhir Maret 1975, berbagai pihak terkait menyetujui rencana pembangunan 3 landasan pacu, jalan aspal, 3 bangunan terminal internasional, 3 terminal domestik, dan 1 terminal Haji di bandara Soekarno-Hatta.
Terminal domestik yang direncanakan dibangun bertingkat 3 dibangun antara tahun 1975 hingga 1981 dengan biaya sekitar dari US$465 juta, saat itu proyek terminal baru tersebut masih diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng (kode: JIA-C).
Informasi Terminal Bandara Soekarno Hatta untuk Batik Air
Bandara Soekarno-Hatta dulunya hanya memiliki satu terminal yakni Terminal 1 yang terdiri dari 3 sub Terminal yakni 1A, 1B, dan 1C. Sementara terminal 2 mulai dioperasikan pada tahun 1992 yang juga memiliki 3 sub Terminal yakni 2D, 2E, dan 2F yang melayani penerbangan domestik dan internasional.
Terminal bandara Soekarno Hatta untuk Batik Air dipisah menjadi dua lokasi, yaitu:
Terminal 2 domestik
Melayani rute dari/ke Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Batam, Denpasar, Gorontolo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Kupang, Labuan Bajo, Lubuk Linggau, Makassar, Manado, Manokwari, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pondok Cabe, Semarang, Silangit, Sorong, Tanjung Pandan, Tarakan, Ternate dan Yogyakarta.
Terminal 3 internasional
Melayani rute penerbangan ke Singapura.
Berbeda dari dua terminal terdahulu, terminal 3 dibangun dengan arsitektur yang mengusung konsep eco-friendly dan modern. Mayoritas dindingnya terbuat dari kaca transparan, bukan lagi bata merah. Dibangun pada tahun 2009 dan diresmikan pada tahun 2016, terminal 3 ini memiliki panjang bangunan 2,4 kilometer dan disebut sebagai salah satu terminal dengan teknologi canggih di Asia Tenggara.
Sementara, Batik Air adalah anak perusahaan Lion Air yang melakukan penerbangan komersial perdananya pada 3 Mei 2013. Maskapai ini berbasis di daerah Manado, Sulawesi Utara. Pesawat baru, sistem hiburan di setiap kursi, kursi yang nyaman, penawaran makanan dan minuman gratis, dan bagasi gratis, menjadi layanan yang wajib didapatkan oleh penumpang Batik Air ini.
Pada tahun 2013, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan gelar kepada Batik Air sebagai maskapai penerbangan yang paling tepat waktu. Indikatornya persentase ketepatan waktunya berada di angka 88,59 persen dari 5.344 penerbangan.
Ketepatan waktu terbang tersebut secara otomatis memiliki pengaruh dan berdampak signifikan terhadap kelancaran pelayanan. Tidak hanya baik untuk perusahaan penerbangan, namun juga menjadi nilai tambah untuk operator bandar udara. (DNR)
