Inilah Reproduksi yang Memungkinkan Tumbuhan Mewarisi Karakteristik Satu I

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan dapat melakukan reproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan itu sendiri seperti akar, batang, ataupun daun. Kemudian ada proses reproduksi yang memungkinkan tumbuhan mewarisi semua karakteristik atau sifat hanya dari satu induk.
Reproduksi tumbuhan adalah proses di mana tumbuhan menghasilkan keturunan atau anak tumbuhan baru. Reproduksi tumbuhan dapat terjadi secara seksual maupun aseksual, dan berbeda-beda antara spesies tumbuhan yang berbeda.
Reproduksi yang Memungkinkan Tumbuhan Mewarisi Semua Karakteristik atau Sifat Hanya dari Satu Induk
Reproduksi yang memungkinkan tumbuhan mewarisi semua karakteristik atau sifat hanya dari satu induk disebut dengan reproduksi vegetatif.
Mengutip buku IPA Terpadu SMP dan MTs untuk Kelas IX Semester 1 3A, Mikrajuddin, dkk. (2007), reproduksi vegetatif adalah proses perkembangbiakan tanpa adanya pembuahan sel kelamin betina oleh sel kelamin jantan.
Reproduksi vegetatif menggunakan bagian tubuh induknya, misalnya bagian akar, batang, atau daunnya. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat terjadi dengan dua cara, yaitu reproduksi vegetatif secara alami dan reproduksi vegetatif secara buatan. Berikut penjelasannya.
1. Reproduksi Vegetatif Secara Alami
Reproduksi vegetatif secara alami adalah reproduksi vegetatif yang terjadi tanpa campur tangan manusia sehingga terjadi secara alami pada tumbuhan.
Reproduksi vegetatif secara alami ada beberapa cara, yaitu dengan akar tinggal, umbi lapis, umbi akar, umbi batang, geragih, tunas, dan tunas adventif.
2. Reproduksi Vegetatif Secara Buatan
Reproduksi vegetatif secara buatan adalah terjadinya individu baru (tanaman baru) karena tindakan manusia. Reproduksi cara ini tidak terjadi dengan sendirinya. Manusia dapat mengembangbiakkan tanaman secara vegetatif dengan cara setek, mencangkok, dan merunduk.
Usaha-usaha manusia memperbanyak tanaman dengan cara-cara tersebut bertujuan untuk memperoleh individu baru yang memiliki sifat sama persis dengan sifat induknya (sesuai dengan harapan manusia). Selain itu, reproduksi vegetatif secara buatan akan lebih cepat memperoleh hasil dibandingkan bila menanam dengan bijinya.
Dalam setek misalnya, reproduksi vegetatif ini berasal dari potongan batang, dahan, atau ranting yang kemudian ditanam. Setelah beberapa hari, potongan batang tersebut berakar sehingga dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Baca Juga: Istilah Perkembangbiakan yang Melibatkan Induk Jantan dan Betina
Demikian penjelasan tentang reproduksi yang memungkinkan tumbuhan mewarisi semua karakteristik atau sifat hanya dari satu induk yang disebut dengan reproduksi vegetatif. Semoga informasi ini bermanfaat. (ARD)
