Isi dan Pesan Surat Al Muthaffifin Ayat 14 untuk Orang-Orang Zalim

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai kitab umat Islam, Al-Quran menjelaskan banyak sekali tentang masalah kehidupan, baik itu kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. Salah satunya Surat Al Muthaffifin ayat 14.
Surat Al Muthaffifin ayat 14 menjelaskan tentang peringatan kepada orang-orang zalim. Lantas bagaimana isi dan pesan di dalamnya?
Isi dan Pesan Surat Al Muthaffifin ayat 14
Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam Al-Quran memuat tentang berbagai permasalahan sebagai pembelajaran kepada seluruh manusia, tidak terkecuali Surat Al Muthaffifin.
Surat Al Muthaffifin merupakan surat ke 30 dalam Al-Quran yang terdiri dari 36 ayat. Surat ini turun di Makkah sehingga termasuk golongan surat Makkiyah. Kata Al-Muthaffifin memiliki arti kecurangan, sebab di dalamnya banyak menjelasakan tentang kecurangan-kecurangan manusia kepada Allah, seperti halnya pada ayat ke-14.
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Artinya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”
Adapun isi dari Surat Al Muthaffin ayat 14 yang dikutip dari buku berjudul Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 karya Dr. ‘Abdhullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh (2004: 426).
Surat Al Muthaffifin ayat ke-14 menjelakan bahwa orang-orang zalim tertutupi untuk beriman kepada Al-Quran. Mereka mengingkari kebenaran dan menganggap Al-Quran hanya dongeng orang-orang terdahulu. Sebab hati mereka telah tertutupi oleh noda-noda dosa yang banyak mereka lakukan.
Sehingga Nabi Muhammad berfirman yang dijelaskan dari Abu Hurairah,
Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hiban no. 27, dan Ahmad no. 297)
Sehingga ketika seorang manusia melakukan dosa, maka akan ada secercah titik hitam dalam hatinya. Semakin banyak kemaksiatan yang ia perbuat, semakin besar titik hitam di hatinya, hingga hatinya akan tertutupi oleh kegelapan. Pada saat tersebut, ia sudah tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang butuk.
Oleh karena itu, seseorang apabila melakukan kemaksiatan, segeralah bertaubat agar titik hitam dihapus oleh Allah SWT dan tidak sampai membesar sampai membuatnya lalai akan kebenaran yang ada.
Surat Al Muthaffifin mengajarkan kepada seluruh manusia untuk bersegera dalam bertaubat, sebab tiada manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Pada akhirnya kesalahan telah diperbuat tidak sampai membutakannya melupakan akan kebenaran yang ada. Sehingga tidak termasuk orang-orang zalim. (MZM)
