Isi Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan beserta Strukturnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Geguritan bahasa Jawa tema pendidikan merupakan salah satu materi yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia untuk mengenal keragaman karya sastra di Indonesia khususnya bahasa Jawa. Berikut ini adalah isi dan pengertian geguritan bahasa Jawa beserta struktur penulisannya yang perlu Anda ketahui.
Isi Geguritan Bahasa Jawa Tema Pendidikan dan Strukturnya
Keragaman karya sastra yang dimiliki Indonesia tentu bukan menjadi suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dapat kita jumpai dari adanya berbagai jenis karya sastra dari beragam bahasa daerah di Indonesia. Salah satu karya sastra yang ada di Indonesia adalah geguritan. Apa itu geguritan? Geguritan merupakan puisi yang disusun dalam bahasa Jawa sesuai dengan struktur yang berlaku.
Pengertian geguritan dijelaskan dalam buku berjudul Pujangga Hujan: Teori dan Apresiasi Puisi yang disusun oleh Roy Sari Milda, Tim Antologi Puisi Hujan (2019: 29), geguritan yang berasal dari bahasa Jawa Tengahan, kata dasar: gurit, berarti "tatahan", "coretan" ini merupakan bentuk puisi yang berkembang di kalangan penutur bahasa Jawa dan Bali.
Lebih lanjut, dalam buku tersebut menjelaskan bahwa geguritan berkembang dari tembang, sehingga dikenal beberapa geguritan yang berbeda. Pengertian geguritan di Jawa berkembang menjadi sinonim dengan puisi bebas, yaitu puisi yang tidak mengikatkan diri pada aturan metrum, sajak, serta lagu.
Sedangkan buku berjudul Pura Dalem Penataran Manik Tirta yang ditulis oleh Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H (2021: 94) menuliskan bahawa geguritan sebagai suatu karya sastra klasik, geguritan yang terdiri dari pupuh-pupuh, terikat oleh padalingsa dan membentuk suatu jalinan cerita sehingga geguritan tersebut dikatakan sebagai puisi naratif.
Geguritan bahasa Jawa juga memiliki struktur penulisan yang wajib diperhatikan dalam penyusunannya, yaitu struktur batin dan fisik. Struktur batin adalah unsur pembangun yang tidak tampak langsung dalam penulisan katanya. Struktur ini terdiri dari tema, nada, perasaan, dan amanat. Sedangkan struktur fisik terdiri dari diksi, pengimajinasian, kata konkret, majas, versifikasi, dan tipografi. Berikut ini adalah salah satu contoh geguritan bahasa Jawa tema pendidikan untuk memudahkan Anda mengenali geguritan:
Guruku Oborku
Kadya ron garing
Kumleyang kabur kanginan
Ing jagat peteng lelimengan.
Krasa luwih abot
Anggonku ngadhepi dina-dina ing ngarep
Mlakuku ora mantep.
Kagubet ribet lan ruwet
Adoh saka cahyamu
Pedhut ing sakindering pandulu
Panjenengan.
Guruku, sihku, oborku
Kancanana sukmaku sinau bab katresnan sajroning ati.
Dengan mengetahui isi geguritan bahasa Jawa tema pendidikan, Anda dapat mengenali lebih jauh keragaman bentuk karya sastra di Indonesia. (DAP)
