Konten dari Pengguna

Isi Perjanjian Roem Royen mengenai Ditariknya Tentara Belanda dari Yogyakarta

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perjanjian Roem Royen yang berdampak besar untuk negara Indonesia. Foto: Unsplash/Nick Agus Arya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perjanjian Roem Royen yang berdampak besar untuk negara Indonesia. Foto: Unsplash/Nick Agus Arya

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Meski demikian, perjuangan tersebut bukan menjadi akhir dari terbebasnya Indonesia dari cengkraman penjajahan Belanda sehingga tercipta Perjanjian Roem Royen. Dengan isi Perjanjian Roem Royen, tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta yang diikuti pembebasan Indonesia.

Baca Juga: Perjanjian Roem Royen: Menilik Sosok Mohammad Roem, Sang Penanda Tangan

Isi Perjanjian Roem Royen mengenai Ditariknya Tentara Belanda dari Yogyakarta

Ilustrasi Perjanjian Roem ROyen akibat penjajahan Belanda setelah kemerdekaan Indonesia. Foto: Unsplash/Stijn Swinnen

Perjanjian Roem Royen adalah sebuah kesepakatan yang diambil dari dua delegasi dari Indonesia oleh Mr. Muhammad Roem dan perwakilan Belanda Dr. JH. Van Royen yang dipimpin oleh Marle Cochran yang datang dari Amerika Serikat dan dibantu oleh Herremans dari Belgia serta Crichley dari Surabaya. Perundingan ini terjadi pada tanggal tanggal 14 April sampai 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes Jakarta.

Perjanjian ini dilatarbelakangi oleh agresi militer Belanda I dan II, di mana Belanda menyerang Yogyakarta dan menawan beberapa pemimpin Indonesia sebagai tahanan politik. Belanda menyebarkan isu bahwa tentara Indonesia sudah hancur sehingga mendapat kecaman dari dunia internasional.

Dampaknya adalah kecaman dari luar negeri membuat Belanda bersedia berunding dengan Indonesia. Perundingan pun pada akhirnya dilaksanakan atas prakarsa dari United Nations Commission for Indonesia (UNCI) atau Komisi PBB untuk Indonesia.

Dari perundingan tersebut menghasilkan beberapa perjanjian. Seperti yang dikutip dari Top One SBMPTN Soshum 2019 oleh Forum Tentor Indonesia (2018: 208), isi perundingan Roem-Royen adalah:

  1. Pemerintahan RI dikembalikan ke Yogyakarta, penghentian perang gerilya dan pembebasan semua tahanan politik.

  2. Indonesia dan Belanda bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan.

  3. Belanda menyetujui adanya RI sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.

  4. Akan diselenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Indonesia dan Belanda di Den Haag setelah pemerintahan RI kembali ke Yogyakarta.

Dampak Setelah Perjanjian Roem Royen

Setelah Perjanjian Roem Royen, Belanda akhirnya menyepakati semua perjanjian yang ada. Bahkan, pada tanggal 24 Juni 1949, Belanda mengembalikan Yogyakarta ke Indonesia dan pada tanggal 1 Juli 1949, pasukan Belanda di tarik mundur.

Pada 6 Juli 1949, Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta akhirnya dikembalikan ke Yogyakarta setelah diasingkan ke luar pulau Jawa. Padahal Mohammad Hatta telah menunjuk Sjafruddin Prawiranegara sebagai Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948.

Setelah itu, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai dari beberapa tempat di Jawa dan Sumatera hingga terjadi Konferensi Meja Bundar dan mencapai seluruh kesepakatan terkecuali Papua.(MZM)