Konten dari Pengguna

Isi Teks Proklamasi dan Sejarah Perumusannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Isi Teks Proklamasi dan Sejarah Perumusannya. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Isi Teks Proklamasi dan Sejarah Perumusannya. Sumber: unsplash.com

Memasuki bulan Agustus, kita akan berjumpa kembali dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus nanti. Pada bulan kemerdekaan ini, kita mengingat kembali sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa pembacaan teks saja, namun sebagai momentum bangsa Indonesia memasuki gerbang baru sebagai bangsa yang merdeka. Oleh karena itu, di awal bulan Agustus ini mari mengingat kembali sejarah perumusan teks proklamasi.

Sejarah Perumusan Teks Proklamasi

Pemaparan mengenai sejarah perumusan teks proklamasi ini bersumber dari buku IPS Terpadu Untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 2 oleh Y. Sri Pudjiastuti dkk (Penerbit Erlangga,2007, hlm 27-28).

Perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan di ruang makan rumah Laksamana Maeda. Pada saat itu, pertemuan dihadiri anggota PPKI dan perwakilan tokoh pemuda. Naskah ditulis oleh Soekarno dan dibantu Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Selain mereka, Miyoshi, Soekarni, B.M. Diah, dan Soediro juga turut hadir menyaksikan perumusan teks proklamasi.

Rumusan teks proklamasi terdiri atas dua bagian pokok yaitu:

"Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia."

"Hal-2 yang mengenai pemindahan kekoesaan d.l.l, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh sesingkat-singkatnja."

Bagian pertama merupakan saran Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI. Bagian kedua merupakan sumbangan buah pikiran Moh. Hatta. Kemudian teks proklamasi dibawa ke serambi rumah Laksamana Maeda di mana akhirnya teks proklamasi itu disetujui.

Timbul masalah baru tentang siapa yang akan menandatangani teks proklamasi. Soekarno menyarankan agar teks tersebut ditandatangani bersama-sama oleh mereka semua sebagai wakil-wakil bangsa Indonesia. Chairul Saleh menyatakan ketidaksetujuannya apabila teks proklamasi ditandatangani oleh semua yang hadir pada saat itu, termasuk anggota PPKI yang diangkat oleh Jepang. Menurutnya, hal tersebut akan menimbulkan kesan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah buatan Jepang sehingga nantinya akan menyulitkan bangsa Indonesia dalam menghadapi Sekutu.

sumber foto: https://pixabay.com/

Soekarni kemudian mengusulkan agar teks proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Moh. Hatta atas nama wakil-wakil bangsa Indonesia. Usul Soekarni ini disetujui oleh semua yang hadir. Setelah disetujui, teks proklamasi diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Terdapat beberapa perubahan dalam proses pengetikan teks proklamasi, yaitu:

Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”

“Wakil-wakil bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”

Rumusan “Djakarta 17-9-’05’ diganti menjadi “Djakarta hari 17 boelan 8 tahoen ‘05”

Naskah yang diketik oleh Sayuti Melik ini kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Moh. Hatta.

Naskah yang sudah diketik Sayuti Melik ini yang kemudian kita kenal sebagai naskah atau teks proklamasi yang otentik.

Isi Teks Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05

Atas nama bangsa Indonesia

SOEKARNO/HATTA

Demikan ulasan mengenai sejarah perumusan teks proklamasi beserta isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semoga sejarah perumusan teks proklamasi ini senantiasa dapat kita jadikan pengingat untuk selalu melakukan hal-hal terbaik demi bangsa dan negara Indonesia.(IND)