Konten dari Pengguna

Istilah Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam Lengkap dengan Dalilnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Berbakti kepada Orang Tua. Foto: dok. Hasan Almasi (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Berbakti kepada Orang Tua. Foto: dok. Hasan Almasi (Unsplash.com)

Berbakti kepada orang tua merupakan keharusan dan kewajiban yang perlu dilakukan anak terhadap orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Berikut ini ulasan lengkap mengenai apa itu birrul walidain dan dalil yang membahasnya yang perlu diketahui umat Islam.

Baca juga: Adab terhadap Orang Tua yang Wajib Dilakukan Anak

Istilah Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam Lengkap dengan Dalil yang Membahasnya

Orang tua merupakan sosok yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai anak yang sholih, kita diwajibkan untuk mentaati perintahnya yang tidak maksiat, mendoakannya, dan berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Penjelasan lengkap mengenai berbakti kepada kedua orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain dibahas dalam buku berjudul Merajut Kebahagian Keluarga (Perspektif Sosial Agama) yang disusun oleh Dr. Budi Sunarso (2022: 119).

Dikutip dari buku tersebut bahwa birrul walidain adalah berbuat kebajikan kepada kedua orang tua. Derajat kemuliaan orang tua yang harus didahulukan untuk dimuliakan adalah ibu, kemudian bapak. Birrul walidain mempunyai kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam.

Ilustrasi Berbakti kepada Orang Tua. Foto: dok. Patrick Boucher (Unsplash.com)

Allah dan Rasulullah menempatkan orang tua pada posisi yang sangat mulia karena termasuk bagian dari bagian amal yang paling utama, bahkan termasuk hak yang kedua setelah hak Allah dan Rasulullah. Hal tersebut dijelaskan dalam Alquran surat An Nisa ayat ke-36 berikut ini:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36)

Selain surat An Nisa, perintah untuk birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua juga dijelaskan dalam ayat yang bebunyi:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu." (QS: Al-Luqman: 14)

Ilustrasi Berbakti kepada Orang Tua. Foto: dok. Alfonso Scarpa (Unsplash.com)

Berbakti kepada kedua orang tua dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah, mendoakan kebaikan dan kesehatan bagi orang tua, dan masih banyak lagi lainnya. Amalan berbakti pada kedua orang tua rupanya juga memiliki keutamaan karena termasuk amalan yang paling dicintai Allah. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟ قالَ: الصَّلاةُ علَى وقْتِها، قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: ثُمَّ برُّ الوالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهادُ في سَبيلِ اللَّهِ قالَ: حدَّثَني بهِنَّ، ولَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزادَنِي

Artinya: “Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?”. Nabi bersabda: “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”.Nabi menjawab: “Lalu birrul walidain (Berbuat baik kepada orang tua)”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”. Nabi menjawab: “Jihad fi sabilillah”. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pemaparan singkat mengenai berbakti kepada orang tua atau birrul walidain yang disajikan lengkap dengan dalil yang membahasnya dapat bermanfaat khususnya untuk memperdalam pengetahuan agama bagi umat Muslim. (DAP)