Konten dari Pengguna

Istilah dalam Kajian Akhlak Islam tentang Berbakti kepada Orang Tua

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Sumber: pexels.com

Menurut ajaran Islam, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban setiap anak. Adapun dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Tentu saja umat muslim sudah sangat familiar dengan istilah ini.

Apalagi ada banyak sekali ayat dalam Alquran yang turut serta menjelaskan mengenai perintah untuk berbakti kepada orang tua. Maka dari itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami hal ini dengan baik.

Istilah dalam Kajian Akhlak Islam mengenai Berbakti kepada Orang Tua

Dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Tafsir Maudhui Sosial: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik, Amiril Ahmad (2021:98), dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Allah Swt. juga telah berfirman dalam Alquran tentang kewajiban umat muslim untuk berbakti kepada orang tua pada Surat Al Ahqaf ayat 15 yang berbunyi sebagai berikut.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ١٥

Artinya, "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Bukan hanya itu saja, Nabi Muhammad saw. juga bersabda dalam HR. Muslim yang berbunyi:

لله عليه وسلم- يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ « أَحَىٌّ وَالِدَاكَ ». قَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ »

Artinya, "Ada seseorang yang mendatangi Nabi SAW, dia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi SAW lantas bertanya, 'Apakah kedua orang tuamu masih hidup?' Ia jawab, 'Iya masih.' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, 'Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.'"

Baca Juga: Alasan Mengapa Kita Harus Berbakti pada Orang Tua

Kesimpulannya dalam kajian akhlak Islam, berbakti kepada orang tua dikenal dengan istilah birrul walidain. Jadi, setiap muslim wajib hukumnya untuk senantiasa berbakti kepada orang tua. (Anne)