Konten dari Pengguna

Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam. Foto. dok. GR Stocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam. Foto. dok. GR Stocks

Dalam agama Islam, setiap umatnya dianjurkan untuk tetap menjaga diri dan mengontrol diri agar dapat bersikap dan berlaku sesuai dengan perintah dan anjuran dari Allah dan Rasulullah. Dalam agama Islam kontrol diri diistilahkan dengan mujahadah an nafs. Untuk mengetahuinya lebih dalam, mari kita simak pemaparan lengkapnya berikut ini.

Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam Lengkap dengan Dalil yang Membahasnya

Setiap umat Muslim diperintahkan untuk selalu menjaga dirinya agar tidak lepas kontrol dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Dalam agama Islam, kontrol diri diistilahkan dengan mujahadah an nafs. Kontrol diri di sini memiliki makna yang sama dengan pengendalian dalam menghadapi hawa nafsu bahkan emosi.

Pembahasan mengenai mujahadah an nafs ini dijelaskan dalam buku berjudul Ibadah Tanpa Beban yang ditulis oleh Dr. Moch. Syarif Hidayatullah (2015: 234) yang memaparkan bahwa mujahadah adalah menyapih nafsu dari hal-hal yang menyenangkan dan memperlakukannya dengan hal-hal yang tidak disukainya dalam waktu dan kondisi apapun.

Ilustrasi Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam. Foto. dok. Ali Burhan

Dalam Islam, kontrol diri khususnya mengendalikan diri dari hawa nafsu merupakan perintah Allah. Dalam sebuah ayat Alquran juga dijelaskan,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُون

Artinya: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (Al-Jaatsiyah: 23).

Dari ayat tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Allah melaknat manusia yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Dalam kata lain, Allah tidak suka dengan manusia yang mengutamakan hawa nafsunya mengalahkan segala hal, atau bahkan melewati batas dan aturan agama yang telah berlaku. Pembahasan mengenai kontrol diri dengan hawa nafsu juga dibahas dalam sebuah ayat yang berbunyi:

Ilustrasi Istilah Kontrol Diri dalam Agama Islam. Foto. dok. Masjid Pogung Dalangan

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (Al-Qashash:50).

Pembahasan mengenai istilah kontrol diri dalam agama Islam dan juga dalil yang membahasnya dapat Anda jadikan sebagai panduan untuk memudahkan Anda agar dapat terus memperbaiki diri menjadi hamba yang sholih dan selalu dirahmati Allah. (DAP)