Istilah Populer Husnuzan dan Perbedaannya dengan Sikap Suudzan

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Islam, salah satu sikap yang wajib dimiliki adalah sikap huznuzan. Di era seperti saat, istilah husnuzan dalam bahasa populer dikenal juga dengan istilah positive thinking. Sebab dengan sikap husnuzan, umat Islam akan selalu berprasangka baik dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya adalah kehidupan yang dijalani semakin damai, terntram, nyaman, dan masih banyak lagi. Lantas apa perbedaan dari sikap huznuson dengan suudzan?
Istilah Populer Husnuzan dan Perbedaannya dengan Sikap Suudzan
Dikutip dari buku Mirroring Rasulullah dalam Mendidik Akhlak Sahabat: Metode Neuro Linguistik Program karya Rahmat Lutfi Guefara dan Soffan Rizqi (2020:88), pengertian husnuzan secara bahasa berasal dari kata husnu yang artinya baik dan az-zan yang berarti prasangka. Sehingga pengertian dari husnuzan adalah berbaik sangka atau berpikiran positif teradap sesuatu hal walaupun itu peristiwa yang tidak menyenangkan.
Berkebalikan dengan suudzan yang artinya adalah berburuk sangka atau menduga sesuatu keburukan.
Perintah Husnuzan dan Larangan Suudzan
Sebagai sikap yang wajib dimiliki, ternyata Allah SWT secara langsung memerintahkan hambanya untuk selalu bertindak husnuzan dan menjauhi sikap suudzan. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Contoh Sikap Husnuzan dan Suudzan
Dalam agama Islam, sikap husnuzan dan suudzan dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
Kepada Allah SWT
Diri sendiri
Orang lain
Adapun contoh sikap husnuzdan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya:
Berbaik sangka kepada Allah SWT dengan menerima semua ketetapan-Nya dan anggapan bahwa itulah yang paling baik bagi diri.
Tidak menyebarkan berita buruk dan aib. Sebab, menyebarkan aib orang juga perbuatan tercela.
Memaafkan apabila ada yang berbuat salah dengan alasan mungkin kesalahan tersebut tidak disengaja dan sebagainya.
Di sisi lain, contoh sikap suudzan di antaranya:
Menyerah dan pesimis sebelum mencoba atau mengusahakan sesuatu.
Menganggap semua hal buruk yang terjadi pada seseorang pasti adalah azab Allah SWT, padahal mungkin saja sebagai ujian untuk menaikkan derajat seseorang.
Menuduh orang lain berbuat buruk atau kejahatan padahal tidak disertai dengan bukti yang nyata atau jelas.
Itulah penjelasan singkat tentang sikap husnuzan dan suudzan. Semoga dengan penjelasan singkat di atas dapat menambah keimanan kita dan selalu bersikap husnudzan walaupun itu tidak mudah.(MZM)
