Istilah Timbangan Amal Baik dan Amal Buruk Manusia Selama Hidupnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap amal baik dan buruk manusia akan ditimbang kelak di akhirat. Timbangan amal baik dan amal buruk manusia selama hidupnya disebut mizan. Sementara yaumul mizan adalah hari di mana semua amal baik dan buruk manusia ditimbang. Yaumul mizan atau yaum al-mizan biasa disebut juga dengan yaum al-hisab. Pada yaumul mizan atau yaumul hisab, manusia akan menerima balasan berdasakan keadilan yang didapat dari Allah SWT.
Istilah Timbangan Amal Baik dan Amal Buruk
Istilah mizan mempunyai arti timbangan atau neraca yang akan digunakan untuk menimbang beratnya amal baik dan buruh seluruh manusia. Mengutip buku dengan judul The Miracle of Mizan: Keajaiban Amalan dan Doa Penentu Masuk Surga Tanpa Hisab karya Al Fatti (2020), timbangan itu tidak bisa dibayangkan bagaimana bentuknya hanya Allah yang mengetahuinya, karena hal ini merupakan perkara sam’iyat tertera dalam Al-Quran dan hadis yang wajib diimani dengan iman yang kuat.
Allah SWT berfirman pada ayat delapan dan 9 surat Al A’raf yang berbunyi:
“Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran, barangsiapa yang ebrat imbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, Dan barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat kami.”
Seseorang yang amal baiknya lebih banyak dibandingkan amal buruknya maka akan masuk ke dalam surga-Nya. Ada beberapa pendapat seputar hal yang akan ditimbang kelak saat yaumul mizan. Ada ulama yang menganggap bahwa yang ditimbang kelak adalah amal.
Sementara pendapat kedua mengatakan bahwa yang akan ditimbang kelak adalah orangnya. Ringan atau beratnya timbangan tersebut akan bergantung pada kehidupan dan bukan berdasarkan ukuran tubuh ataupun berat badan. Sementara pendapat ketiga mengatakan bahwa yang ditimbang kelak dalam yaumul mizan adalah lembaran catatan-catatan amal manusia semasa hidupnya.
Jadi, saat manusia sampai di padang mahsyar, semua perbuatan baik dan buruk akan dihitung dan ditimbang. Setelah melewati penimbangan amal saat yaumul mizan, manusia akan melewati sirath. Sirath merupakan suatu jembatan yang dapat membawa manusia ke dalam surga dan neraka.
Sirath memiliki bentuk yang sangat tupis dan tajam. Jika diibaratkan, sirath seperti satu helai rambut yang dibelah menjadi tujuh bagian. Setiap manusia yang melewati sirath mmeiliki cara yang berbeda sesuai dengan amal yang telah diperbuat semasa hidup.
Timbangan amal baik dan amal buruk manusia selama hidupnya adalah mizan. Sementara hari penimbangan amal disebut sebagai yaumul mizan. Agar siap melewati yaumul mizan, sebagai umat Muslim harus selalu berbuat kebaikan. (FAR)
