Istilah untuk Berpikir secara Analisis Reduksi pada Data Penelitian

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reduksi data merupakan langkah awal dalam analisis data penelitian. Berpikir secara analisis reduksi disebut berpikir kritis. Simak ulasannya dalam data penelitian berikut ini.
Baca juga: Penjelasan tentang Orang yang Mampu Berpikir Kritis dalam Islam.
Berpikir secara Analisis Reduksi pada Data Penelitian
Manusia adalah mahluk yang diberi kelebihan berpikir, walaupun tingkat intelegensinya dapat bervariasi. Pengertian berpikir kritis dijelaskan dalam buku Model Pembelajaran Problem Base Learning: Penerapan dan Pengaruhnya Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar, yang disusun oleh La Amaludin (2022:22).
Dikutip dari buku tersebut, berpikir kritis merupakan berlatih penilaian atau evaluasi yang cermat, seperti memilih suatu kelayakan gagasan atau produk.
Berpikir kristis berkaitan dengan menganalisis data. Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, memilih data penting, dan membuat kesimpulan.
Berdasarkan buku Analisis Multikultur dalam Pembelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Penebel yang disusun oleh I Made Wiguna Yasa, I Komang Wisnu, Desak Putu Citra (2021:36), langkah-langkah yang digunakan dalam analisi data penelitian adalah sebagai berikut.
1. Reduksi Data.
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data mentah yang terjadi di lapangan. Reduksi data dilakukan dengan merangkum atau membuat ringkasan, menelusuri masalah, dan membuat satuan data yang lebih kecil sesuai masalah.
Berpikir kritis amat diperlukan dalam langkah pertama ini, dengan tujuan agar kegiatan menyeleksi atau memilah-milah data sesuai dengan tema penelitian.
2. Penyajian Data.
Langkah kedua dalam proses analisa data adalah penyajian data melalui bentuk teks naratif yang tidak bertele-tele dan tidak menyederhanakan informasi.
3. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data.
Penarikan kesimpulan terdiri atas dua tahap, yaitu simpulan sementara dan kesimpulan umum. Simpulan senantiasa harus diverifikasi selama penelitian berlangsung untuk mendapatkan simpulan akhir sebagai hasil penutup penelitian.
Semakin lama waktu penelitian di lapangan, jumlah data yang diperoleh akan semakin banyak dan kompleks, sehingga data perlu dianalisis melalui reduksi data.
Berpikir secara analisis reduksi disebut berpikir kritis. Sebab berpikir kritis adalah kemampuan untuk memahami masalah, menyeleksi informasi penting untuk memecahkan masalah, merumuskan, dan menarik kesimpulan dengan tepat.(DK)
