Istilah untuk Hari Ditimbangnya Semua Amalan Manusia di Akhirat

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua perbuatan yang dilakukan seseorang memiliki pertanggungjawabannya masing-masing. Hari ditimbangnya semua amalan manusia dinamakan Yaumul Mizan. Simak amalan dan dalilnya dalam Al Quran berikut ini.
Pengertian mizan dapat ditemukan dalam buku The Miracle of Mizan: Keajaiban Amalan dan Doa Penentu Masuk Surga Tanpa Hisab yang disusun oleh Junaidi Ahmad Al Fatti (2020:47). Berdasarkan buku tersebut, mizan adalah sebuah neraca yang akan sangat teliti dalam menimbang pahala dan dosa semua mahluk. Yaumul Mizan atau hari penimbangan adalah penentu apakah sesorang akan masuk surga atau terjerumus dalam siksa neraka.
Baca juga: Istilah Timbangan Amal Baik dan Amal Buruk Manusia Selama Hidupnya.
Hari Ditimbangnya Semua Amalan Manusia di Akhirat
Tidak ada yang benar-benar mengetahui bentuk dari mizan tersebut. Yang jelas, tidak ada satu hal pun yang luput dari timbangan, bahkan jika amalan tersebut hanya sebesar biji sawi. Hal tersebut disebutkan dalam firman Allah swt sebagai berikut,
"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan"(QS: Al-Anbiyaa' 21:47).
Amalan-Amalan yang Ditimbang pada Yaumul Mizan
Terdapat 4 timbangan amal yang akan ditimbang di atas Mizan. 4 amalan-amalan tersebut adalah sebagai berikut,
1. Pelaku.
Yang akan ditimbang di hari kiamat adalah fisik pelaku amal. Berat manusia akan ditimbang dengan berat dan ringannya akan tergantung dari kekuatan imannya. Seperti yang tercantum dalam hadist berikut ini,
"Sesungguhnya pada hari kiamat nanti, ada seorang laki-laki yang besar dan gemuk. Tetapi ketika ditimbang di sisi Allah, tidak sampai seberat sayap nyamuk" (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Buku Catatan Amal.
Pendapat kedua mengatakan, bahwa yang akan ditimbang kelak di hari kiamat adalah buku catatan amal. Hal tersebut dipertegas dalam tafsir al-Qurthubi yang menyebutkan, bahwa berat dan ringannya timbangan tergantung pada kitab berisi catatan amal.
3. Amal atau Perbuatan.
Berdasarkan dalil dari hadist Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,
"Dua kalimat yang dicintai Allah ar-Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan yaitu Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil 'azhim (Maha Suci Allah sambil memuji-Nya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung)"(HR Bukhari dan Muslim).
4. Semuanya (Pelaku, Buku Catatan Amal, dan Amal Perbuatannya).
Pendapat ini merupakan penggabungan dari semua hadist yang menyatakan mengenai mizan.
Setiap manusia pasti akan menghadapi hari ditimbangnya semua amalan di hari kiamat. Setelah mengetahui amalan-amalan yang akan ditimbang pada Yaumul Mizan kelak, tentu kita akan berusaha untuk berbagi kebaikan hingga akhir hayat.(DK)
