Konten dari Pengguna

Istilah untuk Sisa-Sisa dari Tumbuhan atau Hewan yang Telah Membatu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sisa-Sisa dari Tumbuhan atau Hewan yang Telah Membatu Disebut. (Foto: Photosforyou by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sisa-Sisa dari Tumbuhan atau Hewan yang Telah Membatu Disebut. (Foto: Photosforyou by https://pixabay.com/id/)

Berdasarkan penelitian yang telah ada, bukti menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi telah ada sekitar 3,7 miliar tahun. Hal tersebut dibuktikan dari bekas-bekas kehidupan manusia dan kebudayaan baru yang telah ada. Manusia purba pada saat itu belum mengenal tulisan, sehingga penelitian dilakukan pada sisa-sisa kehidupan yang ada. Sisa-sisa dari tumbuhan atau hewan yang telah membatu disebut fosil. Adapun fosil dapat memberikan petunjuk tentang kehidupan manusia zaman purba. Penggunaan fosil dapat menjadi ciri khusus dari suatu lapisan bumi yang disebut dengan leitfosil atau fosil pandu. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai fosil.

Definisi Fosil, Jenis, dan Prosesnya

Ilustrasi Sisa-Sisa dari Tumbuhan atau Hewan yang Telah Membatu. (Foto: albertr by https://pixabay.com/id/)

Dikutip dari buku Biologi Interaktif untuk SMA/MA Kelas XII yang ditulis oleh Tetty Setiowati dan Deswaty Furqonita (2007: 108), pengertian fosil adalah sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah membantu atau dapat juga berupa jejak-jejak organisme yang terdapat batu-batuan.

Berdasarkan definisi tersebut, sisa-sisa dari tumbuhan atau hewan yang telah membatu adalah fosil. Selain itu, fosil berasal dari bahasa Latin, yaitu fossillis yang berarti menggali.

Berdasarkan fosil-fosil tersebut dapat diungkapkan bahwa di masa lampau terdapat tumbuhan dan hewan yang tidak ditemukan lagi pada saat ini. Berikut adalah proses terbentuknya fosil:

Fosil terbentuk dari proses penghancuran peninggalan organisme yang pernah hidup di bumi. Hal tersebut sering terjadi ketika tumbuhan atau hewan terkubur dalam kondisi lingkungan yang bebas oksigen.

Fosil yang ada jarang terawetkan dalam bentuk yang asli. Dalam beberapa kasus, kandung mineral juga dapat berubah secara kimiawi atau sisa-sisanya terlarut semua sehingga digantikan dengan cetakan.

Keberadaan fosil sangat penting untuk memahami sejarah batuan sedimen bumi. Adapun jenis-jenis fosil dapat dibagi menjadi fosil tubuh dan fosil jejak. Fosil yang termasuk dalam fosil tubuh adalah tulang, gigi, dan cangkang, sedangkan fosil jejak terdiri dari batuan yang telah mengawetkan bukti aktivitas biologis. Fosil jejak bukan sisa-sisa fosil, melainkan hanya jejak organisme.

Demikian penjelasan mengenai sisa-sisa dari tumbuhan atau hewan yang telah membatu yaitu fosil. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)