Jawaban Konu Menyarankan Pendekatan untuk School Well-Being, Modul PPG

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat elemen penting dalam PPG tahun 2025 mengenai kesejahteraan sekolah. Dalam modul tersebut, ada pertanyaan yang kerap muncul, seperti: Konu menyarankan pentingnya pendekatan seperti apa untuk meningkatkan school well-being?
Berdasarkan dari buku Maksimalkan Prestasi Akademik dengan School Wellbeing dan Self Efficacy oleh Uswatun Chasanah, M. Psi (2023:4), dijelaskan bahwa school well-being ialah penilaian subjektif siswa terhadap sekolahnya.
Sekolah yang bisa menumbuh kembangkan konsep school well-being akan dianggap baik. Hal ini disebabkan konsep tersebut mampu mendorong siswa agar berpartisipasi aktif di setiap kegiatan sekolah.
Konu Menyarankan Pentingnya Pendekatan Seperti Apa untuk Meningkatkan School Well-Being? Ini Jawabannya
Konu menyarankan pentingnya pendekatan seperti apa untuk meningkatkan school well-being? Jawaban dari pertanyaan seputar pendidikan ini adalah adalah pendekatan holistik. Apa itu pendekatan holistik?
Jadi, pendekatan holistik atau menyeluruh adalah pendekatan yang melibatkan siswa, pendidik, orang tua, hingga masyarakat yang ada di sekitar sekolah. Konu juga mengemukakan pendapat bersama Matt Rimpela yang berisi bahwa kesejahteraan di sekolah tak akan terwujud apabila setiap peran yang ada terpisah.
Sebaliknya, dibutuhkan kerja sama yang baik antar berbagai peran. Dengan demikian, kesejahteraan siswa bisa diwujudkan.
Peran Individu di Sekolah dalam Pendekatan Holistik
Adapun rincian tentang peran masing-masing individu di sekolah dalam pendekatan holistik adalah sebagai berikut.
1. Siswa
Selain menerima kebijakan, siswa sebaiknya juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang ada di sekolah. Secara tidak langsung, al tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki dan keterhubungan siswa.
2. Guru
Guru mempunyai peran penting dalam pendekatan ini, yaitu sebagai pendengar, motivator, dan penyokong kesejahteraan emosional siswa. Tak hanya itu, guru juga bertugas untuk menciptakan suasana kelas yang ramah dan aman secara psikologis.
3. Orang Tua
Selain memberikan dukungan terkait aspek keuangan, irang tua juga harus memberikan dukungan melalui komunikasi secara rutin dengan guru, menjaga kondisi mental anak, dan motviasi moral di rumah yang penting untuk anaknya.
4. Komunitas Sekolah
Staf pendidikan, petugas keamanan, sampai masyarakat sekitar sekolah juga perlu ikut dalam berkontribusi. Dengan demikian, budaya sekolah yang bersih, aman, dan ramah bagi anak-anak dapat tercipta.
Baca juga: Apakah Anda Sudah Memahami Experiential Learning dan Menerapkannya?
Itulah jawaban dari pertanyaan "Konu menyarankan pentingnya pendekatan seperti apa untuk meningkatkan school well-being". Semoga bisa menambah wawasan para pembaca terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan. (Adm)
