Jawaban Pertanyaan Apakah Berbohong Demi Kebaikan Bisa Dibenarkan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbohong merupakan perbuatan memalsukan suatu keterangan dengan maksud atau tujuan tentu saja secara sengaja. Seseorang pastinya memiliki cara yang berbohong dengan orang yang lain. Berdasarkan cara berbicara dan pemakaian bahasa, orang dewasa bahkan sering menggunakan bohong untuk tujuan tertentu. Menurut seorang psikolog sosial bernama Jereald, rata-rata orang Amerika berbohong kira-kira dua puluh kali sehari termasuk di dalamnya ada berbohong untuk kebaikan dan permintaan maaf. Apakah berbohong demi kebaikan bisa dibenarkan? Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai permasalahan berbohong yang sering kita temukan di kehidupan sehari-hari.
Jawaban Apakah Berbohong Bisa Dibenarkan Jika Tujuannya Demi Kebaikan?
Seringkali kita melakukan kebohongan dengan dasar untuk kebaikan. Rasanya kita sulit untuk menyakiti perasaan orang dengan kebenaran atau fakta sesungguhnya. Kita memilih untuk berbohong dan menjaga perasaan seseorang dibandingkan jujur tetapi menyakitkan. Padahal apabila kita melakukan sesuatu kebohongan, sangat pasti ke depannya akan ada kebohongan berikutnya.
Dikutip dari buku Psikologi Anak yang ditulis oleh Maryam B Gainau (2014: 82), berbohong demi kebaikan tetap merupakan perbuatan yang salah walaupun dilakukan menggunakan argumen-argumen kebenaran. Hal ini akan sangat fatal apabila diajarkan kepada anak-anak. Seorang anak akan menganggap bohong demi kebaikan diperbolehkan. Mereka akan merasa bahwa hal tersebut benar dan tidak merasa bersalah saat melakukannya.
Seseorang cenderung berbohong karena menghindari hukuman, ingin mendapatkan sesuatu, ingin berbuat curang, ingin melindungi teman, ingin menjaga perasaan orang lain, ingin mendapat pujian, atau bahkan mencari perhatian orang tertentu. Apapun alasannya, berbohong merupakan perbuatan yang salah dan patut untuk dihindarkan.
Apabila kita mewajarkan kebiasaan berbohong untuk kebaikan, standar kebaikan mana yang kita gunakan sebagai patokan. Sangat jelas kebaikan merupakan sifat yang subjektif bagi setiap orang. Apabila hal baik belum tentu menjadi hal yang benar. Oleh karena itu, berbohong untuk kebaikan sudah sepatutnya dihindari.
Demikian jawaban dari pertanyaan apakah berbohong demi kebaikan bisa dibenarkan. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
