Konten dari Pengguna

Jawaban Pertanyaan Teka-teki: Saluran Air Buatan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.pexels.com/@boom/ - saluran air buatan
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/@boom/ - saluran air buatan

Pernah menemukan pertanyaan tentang saluran air buatan pada permainan teka-teki silang? Umumnya pertanyaan ini akan dibarengi dengan jumlah kotak sebanyak 7 kotak.

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah akuaduk. Tidak jarang ada orang yang menjawab waduk, namun bila menyamakan dengan jumlah kotak yang ada pada teka-teki, jawaban akuaduk memang lebih tepat.

Saluran Air Buatan adalah Akuaduk

Saluran air buatan sering disebut dengan istilah akuaduk. Namun, apa sih sebenarnya akuaduk? Pengertian akuaduk adalah suatu sistem besar untuk mengangkut air dari satu tempat ke tempat lain. Mengutip dari buku Pendidikan Lingkungan & Budaya Jkt SD Kelas 4, Mulyadi,dkk, umumnya, akuaduk ddibuat dengan tujuan agar dapat memasok air ke kota-kota atau ke daerah pertanian untuk kepentingan irigasi.

Sistem pengaliran air dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Air dialirkan di bawah tanah melalui sebuah terowongan atau pipa

  2. Air dialirkan di permukaan tanah melalui kanal

  3. Air dialirkan di atas tanah dengan sebuah jembatan

https://www.pexels.com/@delcho-dichev-114220/

Sejarah Akuaduk

Sejarah saluran air buatan atau akuaduk berawal dari Romawi kuno. Bisa dibilang bahwa dari semua prestasi pembangunan zaman kuno, akuaduk Romawi adalah salah satu penemuan yang paling luar biasa.

Romawi kuno memiliki sistem parairan yang cukup kompleks, yaitu terdiri atas 11 akuaduk yang dibangun dari tahun 312 SM sampai 226 M. Sistem tersebut menggunakan jembatan dan pipa bawah tanah. Bangsa Romawi juga membangun akuaduk di bagian lain dari kerajaan mereka.

Di wilayah Yunani, Babilonia, Persia (sekarang Iran), dan India kuno, akuaduk dibangun dalam bentuk terowongan yang digali ke dalam lereng bukit. Pembangunan dan sistem kerja akuaduk pada masa itu sangat bergantung pada gravitasi untuk menciptakan aliran air. Singkatnya, wilayah yang menjadi sumber air harus lebih tinggi dari tujuan aliran, sehingga air bisa mengalir menurun di sepanjang jalan.

Lantas bagaimana bila sumber airnya berada di wilayah lembah? Dalam hal ini, sebagian orang membangun akuaduk dalam bentuk jembatan melengkung dengan dua atau tiga lapis/tingkat lengkungan di atas satu sama lain. Air akan dialirkan melalui saluran di tingkatan paling atas. Konon, orang Asyur kuno bahkan sampai menggunakan kurang lebih dua juta blok batu untuk membangun akuaduk yang mengalirkan air di lembah ke ibukota mereka, Nineveh.

Di masa yang lebih modern seperti saat ini, sudah banyak pihak pembangun yang menggunakan pompa dengan tenaga kuat untuk mendorong air ke atas bila memang diperlukan.

Hal ini memungkinkan para insinyur modern untuk mendesain akuaduk dengan cara yang dulunya tidak bisa dilakukan oleh epara insinyur kuno. Alih-alih membangun jembatan di atas lembah, misalnya, insinyur modern cukup memasang pipa menurun di salah satu sisi lembah dan pipa naik di sisi lainnya (semua pipa dipasang di dalam tanah) dan air didorong dengan pompa.

Sekarang kamu sudah tahu kan bahwa jawaban untuk pertanyaan saluran air buatan adalah akuaduk? Sudah tahu juga bagaimana sejarah dan penerapannya sampai saat ini? Semoga informasi tadi bermanfaat. (DNR)