Jawaban Teka-teki Silang: Kurang Percaya atau Ragu-ragu

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurang percaya atau ragu-ragu yang biasa ada di pertanyaan dalam permainan Teka-teki Silang (TTS) merupakan pertanyaan yang cukup banyak dicari jawaban oleh pemainnya.
Bila mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kurang percaya atau ragu-ragu merupakan definisi singkat dari kata skeptis. Jadi, jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut memang adalah skeptis.
Jawaban Teka-teki Silang: Kurang Percaya atau Ragu-ragu
Mengutip dari Buku Ajar Soft Skill dan Kepemimpinan, Suhardjono, 2022, disebutkan bahwa jawaban dari sikap kurang percaya atau ragu-ragu adalah skeptis. Namun, seperti apa sikap skeptis tersebut sebenarnya?
Pengertian skeptis adalah sikap atau rasa kurang percaya atau ragu-ragu, baik terhadap keberhasilan, pada ajaran, dan sebagainya. Skeptis berasal dari kata skeptisisme, yang merupakan aliran atau paham yang memandang segala sesuatu tidak pasti atau meragukan dan mencurigakan.
Istilah skeptis umumnya diasosiasikan pada orang-orang yang memiliki sikap curiga atau kerap mempertanyakan suatu hal karena menyakini suatu hal tersebut bersifat tidak pasti. Mereka cenderung beranggapan bahwa suatu hal yang belum pasti layak untuk dicurigai atau dipertanyakan. Mereka juga lebih cenderung meragukan apa pun yang diterima.
Bentuk-bentuk Skeptisisme
Berbagai bentuk skeptisisme adalah:
Skeptisisme filosofis: Paham yang menganggap bahwa suatu kebenaran adalah relatif, jadi setiap orang memiliki pandangan kebenaran yang berbeda-beda.
Skeptisisme moral: Menurutnya, setiap pendapat dan tindakan dari orang tidak ada yang benar. Setiap orang pada dasarnya melakukan tindakan yang sesuai dengan ketentuan yang ada di tempat tinggalnya.
Skeptisisme metodologis: Metode yang dipakai untuk mencapai kebenaran dengan menyimpan atau menangguhkan beberapa pendapat sebelumnya.
Skeptisisme metafisik: Merupakan pandangan yang beranggapan suatu metafisik mustahil dapat dicapai oleh pengetahuan manusia serta tidak dapat memberikan solusi terhadap hal yang konkrit.
Skeptisisme analitik: Lebih sering digunakan oleh para penganut filsuf analitik yang meragukan ungkapan filosofis yang disebut oleh para filsuf, terutama penganut filsuf idealisme.
Istilah skeptis merupakan istilah yang biasa digunakan dalam filsafat manusia yang berkaitan dengan kemampuan kognitif seseorang. Meskipun sikap skeptis kerap dikaitkan dengan hal yang negatif, namun nyatanya skeptis juga bisa memiliki sisi positif. Hal-hal yang dipertanyakan dalam skeptis biasanya merupakan bentuk argumen yang terstruktur dengan baik untuk menimbulkan keraguan. Tujuannya adalah agar mendapatkan penjelasan yang memadai dan akurat.
Positifnya, rasa kurang percara atau ragu-ragu dalam skeptis memiliki kelebihan tersendiri, seperti tingginya rasa ingin tahu dari seseorang, kemampuan untuk menularkan pengetahuan dan pandangannya kepada orang lain, skill untuk melahirkan diskusi dan interaksi, dan memunculkan banyak pandangan atau opini sebagai pembanding, umumnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan suatu pengetahuan dan informasi. (DNR)
