Jelaskan Perbedaan Antara Nabi dan Rasul! Ini Dia Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita percaya adanya nabi dan rasul. Sebab, percaya kepada nabi dan rasul merupakan bagian dari rukun iman, yaitu rukun iman yang keempat. Lalu, apa perbedaan antara nabi dan rasul?
Untuk memahami lebih jelas, simak ulasan terkait jawaban dari pertanyaan jelaskan perbedaan antara nabi dan rasul berikut ini.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Nabi dan rasul merupakan seseorang yang sama-sama mendapat wahyu atau pesan dari Allah SWT, tetapi memiliki perbedaan dari cara menerima wahyu, tugas, hingga statusnya. Berikut penjelasan mengenai perbedaan nabi dan rasul yang bisa dipahami.
1. Beda Pengertian
Jika ada pertanyaan mengenai jelaskan perbedaan antara nabi dan rasul, hal pertama yang harus diketahui adalah pengertian dari nabi dan rasul terlebih dahulu.
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak oleh Muhiyi Shubhie, nabi adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi utusan dan juga menyampaikan ajaran-Nya kepada manusia.
Sementara itu, rasul adalah seorang nabi yang diberi tugas khusus oleh Allah untuk menyampaikan kitab suci dan hukum syariat-Nya kepada umat manusia. Artinya, rasul memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari seorang nabi.
2. Beda Tugas
Perbedaan nabi dan rasul selanjutnya dapat dilihat dari tugas yang diemban. Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya, tetapi tidak punya kewajiban atas umat tertentu atau wilayah tertentu.
Sementara, kata "rasul" berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Karena itu, para rasul setelah sebelumnya diangkat sebagai nabi, bertugas untuk menyampaikan wahyu dengan kewajiban atas suatu umat atau wilayah tertentu.
Dari semua rasul, Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman yang mendapat gelar resmi di dalam Alquran, yaitu "Rasulullah" adalah satu-satunya rasul yang kewajibannya meliputi semua umat manusia dan wilayah seluruh alam semesta.
Jadi, semua rasul pasti adalah nabi karena mereka memiliki umat yang dibimbing dan dituntut untuk menyampaikan pesan kepada umatnya. Sementara, tidak semua nabi adalah rasul karena hanya sebagian nabi yang mengemban tugas rasul.
Baca Juga: Kisah Keteladanan Nabi Daud yang Menginspirasi Umat Islam
3. Beda Cara Menerima Wahyu
Berdasarkan cara menerima wahyu, nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi, sedangkan rasul akan menerima wahyu dari Allah melalui mimpi maupun malaikat.
Selain itu, rasul juga dapat melihat dan berkomunikasi secara langsung dengan malaikat yang menyampaikan wahyu kepadanya. Misalnya, antara Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu berupa Alquran.
Di sisi lain, nabi menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri, sedangkan rasul menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada umat-Nya.
Meski begitu, bukan berarti para nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah berikut:
"Telah ditampakkan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi lewat bersama satu orang, seorang Nabi bersama dua orang saja, seorang Nabi bersama sekelompok orang, dan seorang Nabi tanpa seorang pun bersamanya." (HR. Bukhari)
Menurut Imam Al-Alusi dalam Tafsir Ruh Al-Ma'ani (7/517), hadits tersebut menunjukkan bahwa para nabi juga diperintahkan untuk menyampaikan wahyu. Namun, mereka berbeda-beda dalam jumlah umat yang menerima seruannya.
Jadi, dapat dikatakan bahwa para rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya dengan syariat baru, sedangkan nabi adalah orang yang diutus untuk menguatkan syariat nabi sebelumnya.
Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).
4. Beda Jumlah
Perbedaan nabi dan rasul selanjutnya ada pada jumlahnya. Jumlah nabi sangat banyak yaitu kurang lebih 124.000, sedangkan jumlah rasul adalah 313.
5. Beda Statusnya
Setiap nabi belum tentu adalah rasul. Akan tetapi, setiap rasul sudah pasti seorang nabi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa rasul yang memiliki status Ulul Azmi.
Ulul Azmi adalah rasul-rasul yang memiliki keteguhan luar biasa dalam menyampaikan agama Allah meski rintangan yang berat menghalangi langkahnya.
Kelima Rasul Ulul Azmi tersebut antara lain Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.
Selain beberapa perbedaan di atas, perbedaan nabi dan rasul lainnya adalah ada nabi yang dibunuh oleh kaumnya, tetapi seluruh rasul yang diutus oleh Allah selalu diselamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaumnya.
Baca Juga: Silsilah Para Nabi dan Rasul yang Perlu Diketahui oleh Umat Muslim
(WWN & SFR)
Frequently Asked Question Section
Kenapa kita harus percaya kepada nabi dan rasul?

Kenapa kita harus percaya kepada nabi dan rasul?
Sebagai umat Muslim, sudah sepatutnya kita percaya adanya nabi dan rasul. Sebab, percaya kepada nabi dan rasul merupakan bagian dari rukun iman, yaitu rukun iman yang keempat.
Siapa yang dimaksud dengan rasul?

Siapa yang dimaksud dengan rasul?
Rasul adalah seorang nabi yang diberi tugas khusus oleh Allah untuk menyampaikan kitab suci dan juga hukum syariat-Nya kepada umat manusia.
Rasul itu ada berapa?

Rasul itu ada berapa?
Jumlah rasul adalah 313.
