Jenis Baju Adat Sulawesi Tenggara Lengkap dengan Aksesori yang Digunakan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Sama seperti provinsi lainnya, Sulawesi Tenggara juga memiliki adat dan budaya daerah yang berbeda. Termasuk baju adat Sulawesi Tenggara.
Menariknya, baju adat ini ternyata terbagi ke dalam beberapa jenis. Jadi, setiap jenis tersebut memiliki ciri khas dan kegunaan yang berbeda. Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi generasi muda Indonesia untuk mengetahuinya.
Jenis Baju Adat Sulawesi Tenggara dan Aksesori yang Digunakan
Mengutip dari buku Atlas Budaya dan Tradisi Nusantara, Yuliana Kartikawati (2017:111), berikut ini adalah beberapa jenis baju adat Sulawesi Tenggara dan aksesori yang digunakan, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
1. Pakaian Adat Tolaki
Suku Tolaki adalah suku mayoritas di Sulawesi Tenggara. Adapun baju adat ini secara khusus digunakan pada upacara pengantin ataupun acara adat lainnya. Baju adat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni Babu Nggawi dan Babu Nggawi Langgai.
Babu Nggawi diperuntukkan bagi perempuan yang terdiri dari atasan Lipa Hinoru dan bawahan roo mendaa. Tak lupa juga ada beberapa perhiasaan emas, gelang permata, ikat pinggang, dan kalung panjang.
Sedangkan Babu Nggawi Langgai untuk pria terdiri dari atasan lengan panjang tanpa kancing dengan manik emas di bagian lengan, leher, dan belahan baju. Kemudian untuk bawahannya berupa celana panjang dengan tambahan aksesoris, seperti ikat pinggang dari bahan logam.
2. Pakaian Adat Buton
Baju adat Buton hanya berupa sarung dan ikat kepala dengan nuansa biru. Suku Buton umumnya memang tidak mengenakan baju dengan ciri khas rumbai-rumbai pada ikat pinggang yang disebut kaboneka.
Sedangkan perempuannya menggunakan pakaian kalambe, yakni baju kambowa dengan bawahan sarung berlapis dua, ikat pinggang, dan perhiasaan emas.
3. Pakaian Adat Muna
Baju adat Muna terdiri dari pakaian laki-laki berupa bhatu, bheta, sala, dan songko yang biasanya digantikan dengan kampurui atau ikat kepala. Sedangkan untuk perempuan akan mengenakan bhadu, bheta, dan simpulan kagogo.
Baju yang digunakan pun bervariasi karena ada yang lengan pendek dan lengan panjang. Sementara untuk bahan baju yang digunakan adalah bahan satin berwarna biru ataupun merah.
Baca Juga: Keunikan Baju Cele, Pakaian Adat Maluku Paling Populer
Itu dia ulasan tentang tiga baju adat Sulawesi Tenggara yang perlu diketahui untuk memperkaya pengetahuan tentang budaya Indonesia. (Anne)
