Jenis-Jenis Konjungsi Temporal dan Contohnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata-kata, bagian-bagian kalimat, atau kalimat-kalimat dalam suatu wacana. Konjungsi juga digunakan untuk menghubungkan suatu paragraf dengan lainnya. Oleh karena itu, konjungsi dibutuhkan ketika ingin menulis urutan peristiwa, agar kalimat yang digunakan urut dari awal hingga akhir dan antar kalimat saling bersesuaian (runtut).
Terdapat macam-macam konjungsi yang dapat digunakan untuk menghubungkan suatu frasa, klausa, kalimat, atau paragraf, seperti konjungsi aditif, konjungsi disjungtif, konjungsi temporal, konjungsi pertentangan, konjungsi pembenaran, konjungsi pembatasan, konjungsi sebab, konjungsi akibat, konjungsi perbandingan, dan lainnya.
Nah, artikel kali ini akan membahas tentang jenis-jenis konjungsi temporal dan contohnya.
Konjungsi Temporal dan Contohnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat, sedangkan konjungsi temporal adalah bagian kalimat yang berhubungan atau mengenai waktu, berkenaan dengan waktu-waktu tertentu. Dikutip dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII yang ditulis oleh Dra. Idda Ayu Kusrini (2007: 109), pengertian konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa.
Berdasarkan letaknya, konjungsi temporal dapat dibagi menjadi dua jenis dan contohnya:
1. Konjungsi temporal sederajat
Kata penghubung yang diletakkan di tengah kalimat, umumnya digunakan dalam kalimat majemuk setara.
Contoh konjungsi temporal sederajat: kemudian, lalu, selanjutnya, setelahnya, dan sebelumnya.
Contoh kalimat konjungsi temporal sederajat:
Setelah minyak goreng sudah panas, kemudian masukkan bumbu yang sudah dihaluskan ke wajan.
Perut Faris masih saja terasa sakit, padahal sebelumnya ia sudah berobat ke puskesmas.
2. Konjungsi temporal tidak sederajat
Konjungsi ini dapat diletakkan di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Konjungsi temporal tidak sederajat ini juga dapat digunakan dalam semua jenis kalimat majemuk.
Contoh konjungsi temporal tidak sederajat: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan taktala.
Contoh kalimat konjungsi temporal tidak sederajat:
Merry terbangun dari tidurnya, saat ia mendengar suara adik yang sedang menangis dengan kencang.
Apabila hari sudah mulai gelap, lampu di jalan akan mulai dinyalakan.
Sementara air direbus, siapkan bahan-bahan lain seperti kopi dan gula.
Nah, demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis konjungsi temporal dan contohnya. Apakah kamu sudah mulai paham sekarang? Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
