Jenis-jenis Konjungsi Temporal dan Contohnya di dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu komponen penting di dalam berbahasa Indonesia adalah konjungsi temporal dan contohnya. Dikutip dari buku Cermat berbahasa Indonesia: Suplemen Materi Bahasa Indonesia, Sutarno, S.Pd, (2019:52), konjungsi temporal adalah kata yang berkaitan dengan waktu dan digunakan untuk menghubungkan 2 peristiwa berbeda.
Jadi, konjungsi tidak berhubungan dengan objek maupun kata, tetapi hanya menghubungkan kata-kata dan kalimat-kalimat.
Jenis-jenis Konjungsi Temporal dan Contohnya
Berikut ini jenis-jenis konjungsi temporal yang terbagi menjadi 2, yaitu:
Konjungsi Temporal Sederajat
Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang sederajat, sehingga hanya boleh ditempatkan di tengah kalimat, bukan awal maupun akhir kalimat.
Beberapa contoh konjungsi temporal sederajat adalah sebelumnya, sesudahnya, setelahnya, selanjutnya, kemudian, dan lalu.
Inilah beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi temporal sederajat:
Aji pergi bermain bersama Alfian, sebelumnya ia telah mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Yuni menyantap makan siangnya, sesudahnya ia mencuci piringnya sendiri.
Aldi mencuci pakaian-pakaiannya pada pagi hari, setelahnya ia menjemur pakaian-pakaian itu di balkon rumahnya.
Rasya makan pepaya, kemudian menghabiskan sepiring nasi goreng yang ada di depan wajahnya.
Rani merasa sakit perut lalu pergi ke dokter.
Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Konjungsi temporal tidak sederajat adalah kata hubung tidak sederajat yang menghubungkan beberapa kalimat yang tidak sederajat, sehingga dapat digunakan untuk kalimat majemuk.
Karena itu, konjungsi temporal tidak sederajat dapat diletakkan baik di awal, tengah, maupun akhir kalimat.
Beberapa contoh konjungsi temporal tidak sederajat adalah sejak, ketika, apabila, sebelum (bukan sebelumnya), hingga, sementara, demi, bila, sambil, manakala, saat, dan waktu.
Inilah beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi temporal tidak sederajat:
Ketika aku bermain gitar, adikku datang mengganggu.
Fina bekerja keras sejak sang ayah berhenti bekerja.
Aku sedang menikmati nasi ayam ketika teman temanku mengajak pergi ke bioskop.
Putri Ana merasa gembira manakala Pangeran Theo datang ke istana.
Apabila ibu memasak sup jagung, maka aku akan merasa senang.
Bila Rio tidak mau belajar, maka ayah tidak akan membelikannya mainan baru.
Aku belajar giat sejak dimarahi ibu karena nilai matematikaku jelek.
Sementara aku dan kakak-kakakku membereskan tempat tidur, ibu kami menyiapkan sarapan.
Paman Dion menonton televisi sambil menikmati secangkir teh.
Rista hanya mau makan apabila lauknya ikan goreng.
Setelah memahami konjungsi temporal dan contohnya, kini kamu bisa menulis kalimat bahasa Indonesia dengan konjungsi temporal yang benar. (BRP)
