Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Puasa Sunnah Bulan Muharram: Ayo Ambil Pahalanya!

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa sunah bulan muharram, sumber foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Puasa sunah bulan muharram, sumber foto: pexels.com

Pada bulan Muharram ada banyak amalan yang disunahkan Rasulullah SAW, salah satunya adalah puasa sunah bulan Muharram. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Al-Muharram."

Puasa sunah bulan Muharram baik untuk dilaksanakan karena Muharram adalah bulan yang dimuliakan. Begitu mulianya, bulan ini dijuluki dengan syahrullah atau bulan milik Allah. Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Bulan ini istimewa dalam Islam dan penuh barokah dan rahmah.

Jenis-jenis Puasa Sunah Bulan Muharram

Dilansir dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah, Nur Solikhin, ada empat jenis puasa sunah yang umumnya baik dilaksanakan pada bulan Muharram, yaitu:

1. Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a diambil dari kata Tis'a yang artinya sembilan. Oleh karena itu, puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilaksanakan sama seperti puasa sunah lainnya.

2. Puasa Asyura

Puasa asyura dianjurkan untuk dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Hari ke-10 Muharram ini adalah hari yang mulia.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asyura, maka para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani."

Manfaat puasa Asyura adalah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu apabila dikerjakan dengan ikhlas niat karena Allah SWT.

3. Puasa Ayyamul Bidh.

Ayyamul bidh diambil dari kata Yauma yang berarti hari dan Bidh yang berarti putih. Puasa Ayyamul Bidh sering disebut dengan puasa putih. Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunah bulan Muharram yang nilai amalannya sama dengan melaksanakan puasa sepanjang tahun.

sumber foto: Freepik.com

Pada sebuah hadits, Rasulullah bersabda: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari no. 1979).

Adapun anjuran untuk melaksanakan puasa putih adalah sebagai berikut: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu 'Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

4. Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis saja. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu memasukkan puasa Senin dan Kamis dalam puasa sunah yang disepakati para ulama.

Dari Aisyah Radhiyallahu Anhu: "Adalah Nabi SAW memperbanyak puasa pada hari Senin dan Kamis. (HR. Al-Tirmidzi, Al-Nasi dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Meski dapat dilakukan di bulan apa saja, puasa Senin dan Kamis ini disebut lebih mendatangkan keberkahan jika dilaksanakan saat bulan yang penuh kemuliaan seperti bulan Muharram. (DNR)