Jenis-Jenis Wayang Berdasarkan Bahan Pembuatannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu pernah melihat secara langsung pentas wayang? Pengelompokkan wayang dapat dilakukan berdasarkan bahan pembuatannya. Adapun jenis-jenis wayang dapat dibedakan berdasarkan boneka dan gambar. Cara membuat wayang berhubungan dengan bahan pokok dan bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan wayang. Bahan-bahan tersebut secara garis besar terdiri atas bahan dwimatra dan trimatra. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai penjelasan ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya. Harapannya informasi mengenai jenis wayang tersebut dapat menambah wawasan kamu.
Mengenal Jenis-jenis Wayang Berdasarkan Bahan Pembuatan
Secara garis besar, bahan pembuatan wayang terdiri atas bahan dwimatra dan trimatra. Bahan papar yang biasa digunakan adalah kertas, kain, karton, dan kulit. Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya, terdiri atas beberan kertas, kain, atau bahan sejenis lainnya. Dikutip dari buku Wayang Golek Sunda: Kajian Estetika Rupa Tokoh Golek yang ditulis oleh Jajang Suryana (2002), bahan sejenis lainnya yang digunakan adalah:
Seng, ada yang mencoba membuat wayang seng yang hasilnya tersimpan sebagai salah satu koleksi Museum Wayang Jakarta Kota.
Serat kaca, ada pula yang mengembangkan pembuatan wayang dwimatra dengan menggunakan serat kaca.
Bahan pejal, berupa kayu bulat-torak yang dimanfaatkan untuk membentuk jenis wayang trimatra.
Wayang kulit, terbuat dari kulit. Contoh wayang yang terbuat dari kuli antara lain wayang kulit purwa (Sunda, Jawa), wayang madya, wayang gedog, wayang dupara, wayang Jawa, wayang double, wayang kulit menak, wayang wahyu (Jawa), wayang ramayana, wayang parwa, wayang gambuh, wayang cupak, dan wayang calonarang (Bali). Ada juga wayang sasak (Sasak), wayang betawi (Betawi), wayang banjar (Banjar), dan wayang palembang (Palembang). Jenis wayang kulit ini dibuat dengan cara tatah sungging.
Kulit hewan, jenis wayang ini dibuat dengan cara tatah-sungging. Kulit hewan dapat dibuat dari kulit sapi, kerbau, atau kambing. Hasil samakan dijadikan sebagai bahan pokok dalam membuang wayang kulit. Kulit kerbau merupakan kulit yang lazim digunakan karena memiliki kekuatan tarik, kemuluran, dan suhu kerut yang lebih baik.
Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya, terdiri atas beberan kertas, kain, atau bahan sejenis lainnya. Semoga informasi tentang jenis-jenis bahan wayang di atas bermanfaat! (CHL)
