Jenis Media Tanam Hidroponik untuk Penyemaian

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menanam adalah kegiatan yang disukai oleh banyak orang. Apalagi sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia dan pemerintah memberlakukan pembatasan sosial. Pembatasan sosial ini memang benar-benar membuat ruang gerak kita sangat terbatas. Tidak heran jika banyak orang yang mencari hobi baru untuk menyibukkan diri di rumah masing-masing. Salah satu yang menarik perhatian banyak orang adalah kegiatan menanam baik tanaman hias maupun sayuran. Bagi orang yang tinggal di daerah perkotaan atau yang mempunyai lahan terbatas, bertanam secara hidroponik adalah solusinya. Media tanam hidroponik untuk penyemaian umumnya menggunakan arang sekam. Selain itu masih ada beragam media tanam lain yang bisa kalian pilih. Simak penjelasannya dalam artikel ini ya.
Jenis Media Tanam Hidroponik
Kenapa banyak orang dengan lahan terbatas memilih sistem hidroponik? Dikutip dari Rahasia Sukses Budidaya Tanaman dengan Metode Hidroponik oleh Sutanto (2015), hidroponik dapat diartikan sebagai cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Bahkan hidroponik juga bisa dilakukan dengan air saja, tanpa ada tambahan media lainnya. Nah, sudah jelas kan alasan orang menyukai sistem hidroponik. Metode ini tidak membutuhkan tempat yang luas. Hanya saja kebutuhan nutrisi untuk tanaman harus benar-benar diperhatikan. Berikut ini beberapa jenis media tanam hidroponik:
Sabut Kelapa (Coco Peat)
Sabut kelapa adalah media tanam organik yang cukup bagus digunakan dalam sistem hidroponik. Media tanam ini memiliki daya serap yang tinggi, jadi bisa mengikat atau menyimpan air. Kemampuan ini membuat sabut kelapa cocok digunakan di daerah panas, namun kemampuan ini juga menjadi kelemahan sabut kelapa. Media tanam ini kurang baik dalam mengalirkan air sehingga oksigen bagi tanaman akan kurang. Biasanya sabut kelapa dicampur dengan media lain seperti arang sekam.
Sekam Padi
Sekam padi adalah kulit padi yang sudah digiling. Biasanya yang dijadikan sebagai media tanam hidroponik adalah yang sudah diolah menjadi arang atau sekam bakar. Arang sekam memiliki lebih banyak kandungan yang bermanfaat dibandingkan sekam padi yang masih mentah.
Arang Kayu atau Tempurung Kelapa
Media tanam ini kurang bisa mengikat air dalam jumlah banyak, namun media ini tidak mudah lapuk sehingga sulit ditumbuhi jamur yang merugikan tanaman.
Pasir
Budi daya tanaman hidroponik secara komersial pertama kali dilakukan dengan menggunakan media tanam pasir. namun sekarang media tanam ini jarang dipakai untuk hidroponik. Pasir mudah basah dan cepat kering karena proses penguapan membuat media tanam ini membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif.
Rockwool
Saat ini rockwool adalah media tanam hidroponik yang paling populer. Media tanam ini memiliki daya serap dan sirkulasi udara yang sangat baik. Rockwool bentuknya menyerupai busa, berserabut dan bobotnya sangat ringan. Media ini terbuat dari batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu sangat tinggi hingga meleleh dan terbentuk serat-serat halus.
Demikian penjelasan tentang beberapa jenis media tanam hidroponik yang bisa kalian pilih. Kelebihan hidroponik adalah tidak membutuhkan tempat luas dan sayuran yang dihasilkan lebih bersih. (KRIS)
