Jenis, Perbedaan, serta Pengertian Sinonim dan Antonim dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian sinonim dan antonim perlu diketahui saat belajar Bahasa Indonesia. Sinonim dan antonim merupakan salah satu dari sekian banyak materi Bahasa Indonesia. Keduanya digunakan untuk menjelaskan suatu kata yang maknanya sama atau berlawanan.
Hampir setiap kata memiliki sinonim dan antonim. Bahkan dalam satu kata akan terdiri dari banyak sinonim dan antonim. Maka dari itu, pengertian, perbedaan, serta jenis antonim dan sinonim wajib diketahui.
Pengertian Sinonim dan Antonim Dalam Bahasa Indonesia
Sinonim dan antonim pastinya tidak asing lagi untuk didengar. Penjelasan mengenai sinonim dan antonim sudah mulai dipelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Lantas apa pengertian sinonim dan antonim dalam Bahasa Indonesia?
Istilah antonim berasal dari Bahasa Yunani Kuno “onoma” yang artinya makna dan juga “anti” yang berarti melawan. Sehingga secara harfiah, antonim dapat diartikan sebagai nama lain untuk benda lain pula.
Banyak orang yang mengira bahwa antonim adalah lawan kata. Padahal yang berlawanan bukanlah kata-kata, melainkan makna dari kata tersebut. Maka dari itu, secara singkat antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan.
Lain halnya dengan antonim, sinonim merupakan suatu persamaan makna. Mengutip buku Kamus Pintar Sinonim Antonim dan EYD Indonesia, Deasy (2015), sinonim merupakan suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.
Penggunaan sinonim secara lisan maupun tulisan dapat memperkaya suatu fakta dan pengungkapan cerita. Maka dari itu, tak mengherankan jika dalam sebuah tulisan terdapat beberapa kata yang bersinonim.
Jenis dan Perbedaan Sinonim Serta Antonim
Sinonim memiliki jenis-jenisnya tersendiri, seperti sinonim semirip, selingkung, dan lain sebagainya.
1. Sinonim Selingkung
Sinonim selingkung dapat diartikan sebagai suatu kata yang dapat bertukar tempat dalam sebuah konteks kebahasaan tertentu, tanpa mengubah leksikal ataupun struktural. Contohnya adalah lemah = lemas.
2. Sinonim Semirip
Sinonim semirip merupakan sebuah kata yang bisa bertukar posisi pada konteks kebahasaan tanpa mengubah makna makna dalam suatu leksikal atau struktural terutama dalam frasa atau kalimat. Contohnya adalah melatis = menerobos.
Antonim juga memiliki jenis-jenisnya. Jenis antonim tersebut tentunya memiliki ciri khas tertentu.
1. Oposisi Kembar
Oposisi kembar memiliki ciri penyangkalan terhadap suatu kata, namun penegasan terhadap kata lainnya. Contohnya adalah hidup - mati.
2. Oposisi inversi
Oposisi inversi dapat diartikan sebagai oposisi yang ada dalam pasangan kata. Contohnya mungkin - wajib dan boleh - harus.
Baca juga: Antonim atau Lawan Kata Akurat dalam Bahasa Indonesia
Itu tadi adalah pengertian sinonim dan antonim. Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara sinonim dan antonim adalah maknanya. Antonim adalah istilah untuk lawan makna, sementara sinonim adalah persamaan makna pada sebuah kata dalam lisan atau tulisan. (FAR)
