Konten dari Pengguna

Jenis Pertanyaan yang Tidak Membutuhkan Jawaban beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Pixabay

Pertanyaan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam berbagai konteks. Untuk suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris.

Pertanyaan retoris adalah sebuah pertanyaan yang digunakan untuk menyampaikan suatu pesan, menyoroti suatu isu, atau merangsang pemikiran, tanpa mengharapkan respon. Agar lebih memahaminya, simak ciri-ciri dan contoh dari pertanyaan retoris.

Contoh dan Ciri-Ciri Suatu Pertanyaan yang Tidak Membutuhkan Jawaban

Suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Pixabay

Mengutip dari buku Diksi dan Gaya Bahasa, Gorys Keraf, Dr., (2009), pertanyaan retoris adalah semacam pertanyaan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.

Dengan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris. Adapun contoh pertanyaan retoris adalah sebagai berikut.

  • "Siapa yang mau hidup dalam kemiskinan?"

  • "Bagaimana bisa tinggal diam melihat ketidakadilan ini?"

  • "Apakah orang itu masih punya hati nurani?"

  • "Sampai kapan harus hidup dalam ketakutan?"

  • "Apakah orang-orang akan membiarkan lingkungan terus rusak tanpa melakukan sesuatu?"

  • "Siapa yang tidak menginginkan perdamaian di dunia ini?"

  • "Apakah kebahagiaan sejati dapat dicapai melalui kekayaan materi?"

  • "Mengapa sering menunda-nunda perubahan yang sebenarnya dibutuhkan?"

  • "Berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan hingga perang usai?"

  • "Apa bisa hidup tanpa makan dan minum?"

Pertanyaan retoris memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari pertanyaan pada umumnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri pertanyaan retoris.

1. Tidak Mengharapkan Jawaban Langsung

Pertanyaan retoris diajukan tanpa niat untuk mendapatkan jawaban konkret atau informatif. Penanya umumnya sudah mengetahui jawaban atau mengharapkan pendengar untuk memahami pesan yang ingin disampaikan.

2. Digunakan untuk Efek atau Penekanan

Pertanyaan retoris sering kali digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu poin atau pesan tertentu. Tujuannya bukan untuk memperoleh informasi, tetapi untuk menciptakan dampak emosional atau intelektual.

3. Jawaban Sudah Jelas atau Diketahui

Pada umumnya, pertanyaan retoris mengandung jawaban yang sudah jelas atau diketahui sebelumnya oleh penanya atau pendengar. Hal ini membuat pertanyaan tersebut lebih bersifat retorika dan berfungsi untuk menyampaikan suatu pandangan atau pernyataan.

Baca juga: Ciri-Ciri Kalimat Tanya dan Fungsinya dalam Bahasa Indonesia

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri dan contoh pertanyaan retoris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa suatu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban disebut pertanyaan retoris. (RIZ)