Jenis Tumbuhan Paku dan Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Riau, sayur paku merupakan menu sarapan favorit yang disajikan bersama lontong dan telur rebus. Tapi tidak semua tumbuhan paku bisa dimasak. Ada beberapa tumbuhan paku yang indah dipajang untuk hiasan rumah dan ada yang hanya menjadi gulma atau tumbuhan pengganggu. Karena itu, jenis tumbuhan paku dan ciri-cirinya perlu diketahui.
Tumbuhan paku adalah tumbuhan dari divisi Pteridophyta yang telah memiliki kormus yaitu akar, batang, dan daun sejati tapi merupakan tumbuhan tingkat rendah karena belum menghasilkan biji.
Jenis-jenis Tumbuhan Paku
Dikutip dari laman www.lindungihutan.com, jenis-jenis tumbuhan paku adalah:
A. Berdasarkan bentuk dan ukuran spora
Homospora atau isospora
Heterospora atau anisospora
Peralihan atau campuran
B. Berdasarkan ukuran daun
Mikrofil
Makrofil
C. Berdasarkan fungsi daun
Sporofil
Tropofil
D. Berdasarkan susunan daun dan sporangium
Psilopsida (Paku Purba)
Equisetopsida (Paku Ekor Kuda)
Lycopsida (Paku Kawat)
Pteropsida (Paku Sejati)
Berdasarkan laman www.ugm.ac.id, paku atau pakis sayur yang digulai dan disajikan bersama lontong merupakan jenis Diplazium esculentum.
Sedangkan tumbuhan paku yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias antara lain paku tanduk rusa atau Platycerium nidus, paku rane atau Selaginella Sp, paku sarang burung atau Aplenium nidus dan sebagainya.
Baca juga: Persamaan dan Perbedaan Tumbuhan Paku dan Lumut
Ciri-ciri Tumbuhan Paku
Dikutip dari laman www.upi.edu dan beberapa sumber lain, ciri-ciri tumbuhan paku adalah:
Merupakan tumbuhan kormus berspora sehingga dapat dibedakan akar, batang dan daun.
Susunan daun membentuk sayap (menyirip) dan pada bagian pucuk ada bulu-bulu.
Pada setiap daun muda yang muncul membentuk gulungan atau crozier.
Memiliki pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem.
Mengalami pergiliran keturunan yang jelas.
Berkembang biak dengan spora.
Alat reproduksi jantan disebut anteridium, sedangkan alat reproduksi betina disebut arkegonium.
Fase gametofit lebih singkat daripada fase sporofit.
Fase gametofitnya jelas terlihat yang disebut sebagai tumbuhan paku.
Habitat di tempat lembab atau higrofit.
Manfaat mengetahui jenis tumbuhan paku dan ciri-cirinya adalah agar tidak keliru lagi memilih tanaman paku mana yang bisa dikonsumsi, mana yang bisa dijadikan hiasan dan mana yang sebaiknya dibiarkan di alam. (LUS)
