Jika Lupa Membaca Niat Puasa Apakah Sah Ibadah Puasanya? Ini Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca niat adalah hal wajib bagi umat muslim saat ingin menjalankan kegiatan apapun. Tidak terkecuali jika ingin mengerjakan ibadah puasa Ramadan. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah jika lupa membaca niat puasa, apakah sah atau tidak ibadah puasa yang dikerjakan?
Sebagai manusia, tentu tidak terlepas dari sifat lupa dan khilaf. Hal ini jugalah yang kerap terjadi saat umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Tak jarang mereka lupa membaca niat dan baru mengingatnya kembali saat batas waktu membaca niat sudah habis.
Jika Lupa Membaca Niat Puasa, Apakah Sah atau Tidak Ibadah Puasa yang Sedang Dilakukan?
Jadi, jika lupa membaca niat puasa, apakah sah ibadah yang sedang dilakukan tersebut? Mengutip dari buku 500 Tanya Jawab Fikih Wanita Kekinian, Abu Firly Bassam Taqiy (2024:138), apabila yang dikerjakan adalah puasa Ramadan, maka tidak sah puasanya dan harus mengganti puasa tersebut.
Hal ini karena niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum fajar agar puasa tersebut dianggap sah, meski sudah makan sahur sekalipun. Dengan kata lain, makan sahur tidak bisa dianggap sebagai niat puasa meski tujuannya adalah agar kuat berpuasa.
Terkait hukum ini juga sudah dijelaskan dalam berbagai hadis. Salah satunya adalah hadis yang berbunyi sebagai berikut.
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tak ada puasa baginya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Adapun bacaan niat puasa Ramadan yang dapat dihafalkan oleh umat muslim adalah sebagai berikut.
1. Niat Puasa Ramadan Harian
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqliidan lil imami maliki fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardu karena Allah."
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah beserta Keutamaannya
Itu dia jawaban dari pertanyaan "jika lupa membaca niat puasa apakah sah ibadah puasa yang dikerjakan atau tidak". (Anne)
