Jumlah Rakaat Shalat Dzuhur Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat dzuhur adalah salah satu shalat fardhu yang hukumnya wajib dalam agama Islam. Shalat dzuhur dilaksanakan pada siang hari dan karena hukumnya wajib, maka jika tidak dikerjakan akan mendapat dosa. Shalat dzuhur berapa rakaat? Kalian bisa menyimak jumlah rakaat, niat, dan tata cara shalat berikut ini.
Jumlah Rakaat Shalat Dzuhur
Islam mewajibkan shalat 5 waktu dengan jumlah rakaat sebanya 17 setiap harinya. Pembagian waktu shalat adalah shalat subuh sebanyak 2 rakaat, dzuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, maghrib 3 rakaat, dan yang terakhir isya 4 rakaat.
Dikutip dari buku Panduan Shalat Terlengkap oleh Khoerunnisa (2015), untuk menunaikan shalat, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dahulu, yaitu:
Beragama Islam
Memiliki akal yang waras alias tidak gila
Berusia cukup dewasa
Telah sampai dakwah Islam kepadanya
Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya
Sadar atau tidak sedang tidur
Niat Shalat Dzuhur
“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman (imaaman) Lillaahi Ta’aalaa. Allahu Akbar.”
Artinya: “Saya berniat shalat fardhu dzuhur empat rakaat menghadap qiblat sebagai makmum (imam) karena Allah Ta’aalaa. Allah Maha Besar.”
Tata Cara Shalat Dzuhur
Yang pertama adalah membaca niat shalat
Selanjutnya takbiratul ihram. Caranya adalah mengangkat tangan sejajar dengan telinga (laki-laki) dan sejajar dengan dada (perempuan) sambil membaca “Allahu Akbar”.
Lalu membaca iftitah. Setelah takbiratul ihram, kedua tangan disedekapkan ke dada dan dilanjutkan dengan membaca iftitah. Doa iftitah dibaca saat rakaat pertama.
Selesai membaca doa iftitah dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah.
Selanjutnya membaca surat yang dihafal. Boleh surat yang pendek atau panjang.
Gerakan shalat selanjutnya adalah ruku. Ruku ini dilakukan dengan membungkukkan badan, bagian punggung dan kepala lurus ke depan, tangan di lutut dengan jari direnggangkan, siku juga sedikit direnggangkan. Saat ruku, bacalah doa ruku.
Setelah ruku dilanjutkan dengan I’tidal. Yaitu kembali berdiri tegak sambil mengangkat sejajar dengan telinga (laki-laki) dan sejajar dengan dada (perempuan). Setelah bangkit dari ruku dianjurkan untuk membaca "Sami'allahu liman hamidah".
Gerakan selanjutnya adalah sujud. Sujud dilakukan dengan cara bertumpu pada 7 anggota badan, tangan sejajar pundak atau telinga, tumit rapat, dan ujung kaki menghadap kiblat. Saat sujud, bacalah doa sujud.
Dilanjutkan dengan duduk diantara dua sujud. Posisinya, yaitu dengan duduk secara tegak, di mana punggung kaki kiri dibentangkan pada lantai dan diduduki, kemudian kaki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.
Lalu sujud lagi dan membaca doa sujud.
Kemudian bangkit berdiri kembali untuk rakaat selanjutnya. Gerakan dan bacaan tetap sama seperti sebelumnya, tetapi jumlah rakaat ini tergantung pada waktu shalat.
Selanjutnya adalah duduk tasyahud. Pada duduk tasyahud awal, telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan ditegakkan. Sedangkan pada duduk tasyahud akhir, kaki kiri dimajukkan atau dimasukkan ke bawah betis kaki kanan dan telapak kaki kanan ditegakkan. Ketika melakukan duduk tasyahud, jari telunjuk tangan kanan diarahkan ke kiblat, telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut bagian kiri, dan mata menatap ke arah jari telunjuk.
Gerakan terakhir adalah mengucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan kiri disertai salam "Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh".
Sekian penjelasan tentang shalat dzuhur berapa rakaat. (KRIS)
