Kadar Zakat Emas dan Perak, Nisab, serta Cara Menghitungnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emas dan perak merupakan harta berharga yang wajib untuk dikenai zakat sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. At-Taubah ayat 34-35. Syarat emas dan perak yang dikenai zakat yakni ketika telah mencapai nisab dan haul yang disyariatkan. Berzakat merupakan upaya untuk menaati perintah Allah juga wujud rasa syukur atas rezeki yang Allah limpahkan kepadanya. Berzakat tak hanya mendatangkan ganjaran berupa pahala kepada pemberi zakat, namun juga memberikan berkah kepada penerima zakat. Dengan berzakat, harta dan jiwa akan menjadi bersih dan suci. Sebelum menunaikannya, maka pelajari terlebih dahulu tentang kadar zakat emas dan perak yang harus dibayarkan.
Kadar Zakat Emas dan Perak, Nisab, Serta Cara Menghitungnya sesuai dengan Syariat
Emas dan perak merupakan harta yang wajib dikenakan zakat. Emas dikenakan zakat apabila telah tersimpan selama 1 tahun berjalan atau lebih (haul emas = 1 tahun berjalan) juga mencapai atau melebihi nisabnya, yaitu 85 gram (mengikuti harga Buy Back emas di hari yang sama ketika hendak menunaikan zakat). Kadar zakat emas adalah 2,5% dari total keseluruhan berat emas. Kemudian untuk zakat perak yang diwajibkan padanya untuk dikenakan zakat jika perak yang dimiliki telah mencapai atau melebihi nisab sebesar 595 gram dan haul 1 tahun berjalan. Kadar zakatnya adalah 2,5% dari jumlah perak yang dimiliki. Berapa persen kadar zakat emas dan perak adalah sama, yaitu 2,5%.
Berikut ini adalah cara menghitung zakat emas ataupun perak:
2,5% x Jumlah emas/perak yang tersimpan selama 1 tahun
Perintah untuk menunaikan zakat emas dan perak:
Dalam Q.S At-Taubah ayat 34-35 Allah sampaikan perintah zakat emas dan perak,
“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, sementara mereka tidak menngifakkannya di jalan Allah, maka beritakanlah kepada mereka dengan azab yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahannam, lalu dahi-dahi, lambung-lambung dan punggung-punggung mereka diseterika dengannya, seraya diserukan kepada mereka “Inilah balasan dariapa yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah akibatnya sekarang.” (At-Taubah: 34-35).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,
"Tidak ada seorang pun pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya, kecuali pada hari kiamat nanti dibuatkan untuknya lempeng-lempeng dari api (yang terbuat dari emas dan perak miliknya sendiri). Kemudian lempeng-lempeng itu dipanaskan dalam neraka jahannam dan dengannya diseterikalah lambung, dahi dan punggungnya. Setiap kali mendingin lempengan itu maka diulangi lagi untuknya. Pada satu hari yang lamanya sebanding dengan 50 ribu tahun, hingga diputuskan di antara hamba-hamba (Allah), maka ia pun akan melihat jalannya menuju surge ataukah menuju neraka.” (HR. Muslim no. 987)
Dikutip dari laman Kemenag.go.id, Islam menetapkan kewajiban menunaikan zakat bagi muslim dan kegiatan usaha milik orang Islam yang telah mencapai nisab (batas harta kekayaan wajib zakat). Zakat merupakan ibadah sosial yang memainkan peran sebagai nilai instrumental ekonomi Islam.
Menunaikan ibadadah zakat bagi tiap-tiap Muslim yang memenuhi ketentuan, merupakan bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada Tuhan. Memahami perhitungan kadar zakat emas dan perak adalah ikhtiar konkret yang dilakukan sebelum menunaikan zakat sesuai dengan yang disyariatkan. (RHM)
