Konten dari Pengguna

Kadar Zakat Emas dan Perak yang Harus Diketahui oleh Umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kadar zakat emas dan perak, sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kadar zakat emas dan perak, sumber: www.unsplash.com

Zakat dapat diartikan sebagai sarana membersihkan harta yang dimiliki. Dalam setiap harta yang dipunyai, sebagian adalah hak bagi orang lain, seperti contohnya fakir miskin dan orang-orang yang tengah berjuang di jalan Allah. Mengeluarkan zakat sama halnya dengan tunduk terhadap perintah Allah. Meyakini bahwa perintah Allah untuk berzakat memang betul-betul memberikan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Emas dan perak adalah beberapa benda yang dikenai zakat apabila telah mencapai nisab dan haul tertentu. Sebelum menunaikan zakat emas dan perak, pelajari dan pahami terlebih dulu kadar zakat emas dan perak yang dikenai zakat.

Kadar Zakat Emas dan Perak yang Harus Diketahui Umat Islam sebelum menunaikannya

Dilansir dari laman Baznas.go.id, zakat emas, perak ataupun logam mulia merupakan zakat yang dikenakan atas emas, perak dan logam mulia yang telah memenuhi nisab juga haul. Dalam Q.S. At-Taubah ayat 34, Allah menyampaikan kewajiban berzakat atas emas dan perak.

“… Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,”.

Hasil tambang berupa emas dan perak wajib zakat apabila telah nisab pada waktu diperoleh dan jika memenuhi syarat yang lainnya, seperti telah mencapai haul. Emas memiliki nisab 85 gram, zakatnya adalah ¼ dari harga emas tersebut atau 2,5%. Kemudian nisab perak jika dalam gram adalah 595 gram, dikenai zakat ¼ dari harga perak atau 2,5%. Kadar zakat emas dan perak yang telah mencapai nisab dan haul dikenai zakat masing-masing 2,5% dari harga jualnya.

Ilustrasi kadar zakat emas dan perak, sumber: www.unsplash.com

Dikutip dari buku Panduan Penghitungan Zakat: Konsep, Aplikasi dan Contoh Kaus di Indonesia (2018:21), adapun mengenai barang tambang yang lainnya seperti, timah, nikel, perunggu besi batu bara dan yang lainnya, dianalogikan pada jenis tijaroh (harta dagangan). Tetap dikeluarkan zakatnya dan presentasinya 2,5% setelah dikonversi pada emas dan perak, artinya jika nilai dari hasil tambang yang lain dalam satu tahun sama dengan nilai emas wajib zakat maka itu pun termasuk nisab dan wajib di keluarkan zakatnya. Pada masa Rasul, emas dan perak menjadi alat tukar dan wajib dizakati. Sekarang alat tukar apapun wajib dikeluarkan zakatnya, nisabnya disamakan pada emas 20 Dinar (2,5%).

Syarat emas dan perak yang dikenai zakat adalah milik sendiri, sampai pada haulnya (1 tahun), dan sampai pada nisabnya (emas 85 gram, perak 595 gram).

Demikian ulasan mengenai kadar zakat emas dan perak yang harus diketahui oleh umat Islam sebelum menunaikannya, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menunaikan rukun islam yang ke-empat ini. (RHM)