Kaitan Iman dengan Memelihara Lisan dalam Pandangan Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai umat muslim, sangat penting bagi setiap individu untuk senantiasa memelihara lisan dengan baik. Bahkan hal ini juga sudah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad saw. semasa hidupnya. Akan tetapi, ternyata masih banyak umat muslim yang tidak bisa menjawab saat diminta jelaskan kaitan iman dengan memelihara lisan.
Padahal sebenarnya memelihara lisan sama dengan melihara hati seseorang. Oleh karena itulah, sangat penting bagi setiap muslim untuk senantiasa memelihara keduanya sebagaimana yang diperintahkan dalam agama.
Kaitan Iman dengan Memelihara Lisan dalam Pandangan Agama Islam
Pada dasarnya, Islam senantiasa mengajak umat untuk menjaga lisan mereka. Artinya, lisan ini harus selalu digunakan untuk sesuatu yang baik dan tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT.
Hal ini tentu saja selaras dengan sabda Rasulullah saw. dalam HR. Bukhari-Muslim yang berbunyi sebagai berikut.
''Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui.''
Dari hadits di atas, bisa diketahui bahwa orang beriman adalah mereka yang selalu menggunakan lisannya dengan tepat sasaran dan waktu. Jadi, dalam berbicara, sangat penting untuk memperhatikan sasaran pembicaraan dan memilih waktu yang tepat.
Mengutip dari buku 99 Pesan Rasulullah untuk Perempuan: Terapi Hati untuk Wanita yang Mendambakan Surga, Lestari Ummu Al-Fatih (2019:222), terdapat empat kaitan iman dengan memelihara lisan dalam pandangan agama Islam, antara lain sebagai berikut.
Lisan mempunyai keterkaitan langsung dengan keimanan yang menjadi dasar paling penting bagi kehidupan setiap manusia.
Keberadaan lisan dan perilaku harus selaras agar tiap muslim dapat terhindar dari murka Allah Swt.
Terdapat keharusan untuk mengambil sikap diam dalam pembicaraan yang tidak memuat kebenaran.
Bertanya pada hati nurani dan senantiasa memilih kata yang tepat serta sesuai sebelum berbicara.
Baca Juga: 5 Hikmah Iman kepada Qada dan Kadar
Demikian uraian tentang kaitan iman dengan memelihara lisan yang penting dipahami dan diterapkan oleh setiap muslim. (Anne)
