Konten dari Pengguna

Kalimat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut dalam 3 Surat Alquran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?. Sumber: Unsplash

Kullu nafsin dzaiqotun maut merupakan bunyi firman Allah SWT yang diterangkan dalam ayat Alquran. Jika bertanya “kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?” Maka jawabannya ialah firman tersebut dapat ditemukan dalam 3 surat berbeda dalam Alquran, yakni dalam surat Ali Imran, Al Anbiya dan Al Ankabut.

Mengutip dari buku berjudul Filsafat Kematian karya Dr. Muhammad Abdurrahim Az-Zaini (2019: 42), kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut sebenarnya merupakan firman Allah SWT yang ditujukan sebagai pengingat bagi umat manusia bahwa setiap makhluk yang bernyawa kelak akan mengalami kematian.

Oleh karena itu, dengan mengetahui bacaan serta makna yang terkandung dalam bunyi ayat kullu nafsin dzaiqotul maut tersebut, umat manusia khususnya umat muslim dapat senantiasa berbuat baik agar saat ajal datang menjemput nyawanya, maka mereka kelak akan diwafatkan dalam keadaan yang baik pula.

Ilustrasi kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?. Sumber: Freepik

Kalimat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut dalam 3 Surat Alquran

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bagi umat muslim yang bertanya “kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?” maka kita bisa langsung membuka Alquran pada surat-surat berikut ini lengkap dengan informasi ayatnya:

QS. Ali Imran Ayat 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kullu nafsin dzaiqatul maut. Wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamati faman zuhziha ani-nari wa udkhilal-jannata faqad faaza. Wa mal hayatuddunya illa mata’ul-ghurur

Artinya: “Setiap jiwa pasti merasakan kematian. Sesungguhnya hanyalah disempurnakan pahala-pahala kalian di Hari Kiamat. Maka, barang siapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran: 185)

QS. Al Anbiya Ayat 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja’ụn

Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan Hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. (QS. Al Anbiya: 35)

QS. Al Ankabut Ayat 57

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya, “Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan Hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.”

Itulah ketiga surat yang menerangkan tentang firman Allah SWT yang berisi pengingat bahwasanya setiap makhluk hidup kelak akan menemui ajalnya dan akan kembali kepada Allah SWT sebagai dzat yang Maha Menciptakan.

Setelah mengetahui isi firman tersebut, semoga umat muslim bisa semakin menyadari bahwa waktu hidup di dunia itu cukup singkat dan kita haruslah memanfaatkan waktu tersebut sebaik mungkin sebelum kita berpulang dan kembali kepada-Nya. (HAI)