Konten dari Pengguna

Kandungan Isi Surat Al Infithar Ayat 1-19 Lengkap

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

llustrasi isi surat Al Infitar ayat 1-19. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
llustrasi isi surat Al Infitar ayat 1-19. Sumber: Unsplash

Surat Al Infithar ayat 1-19 merupakan firman Allah SWT yang diturunkan di kota Makkah sebagai surat ke-82 dalam Alquran. Jika diterjemahakan, maka surat pendek tersebut memiliki arti “terbelah” sebagaimana diambil dari bunyi ayat pertamanya, yakni Infatharat.

Mengutip dari Al Qur’an dan Terjemahannya, Soenarjo (1971: 1031), surat Al Infithar ayat 1-19 tersebut berisi pokok pembahasan tentang gambaran peristiwa yang kelak akan terjadi di hari kiamat. Kandungan isi surat tersebut juga sebenarnya dapat dikelompokan menjadi dua macam, yakni pembahasan tentang gambaran kiamat dan peringatan terhadap manusia agar tidak mendurhakai Allah SWT yang tercantum dalam ayat 1-9, serta pembahasan berupa pengingat dari Allah SWT dimana setiap manusia yang hidup selalu dicatat amalannya oleh para malaikat, dan kelak saat hari pembalasan tiba umat manusia akan ditempatkan sesuai dengan perbuatannya, apakah di neraka atau di surga.

llustrasi isi surat Al Infitar ayat 1-19. Sumber: Unsplash

Bacaan Surat Al Infithar Ayat 1-19 dan Terjemahannya Lengkap

Untuk dapat memahami dan memaknai firman Allah SWT dalam surat Al Infithar ayat 1-19, maka simaklah bacaan surat pendek serta terjemahannya berikut ini:

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

iżas-samā`unfaṭarat

Apabila langit terbelah,

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

wa iżal-kawākibuntaṡarat

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

wa iżal-biḥāru fujjirat

dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ

wa iżal-qubụru bu'ṡirat

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ

'alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat

(maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ

yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm

Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ

allażī khalaqaka fa sawwāka fa 'adalak

yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ

fī ayyi ṣụratim mā syā`a rakkabak

dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ

kallā bal tukażżibụna bid-dīn

Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

wa inna 'alaikum laḥāfiẓīn

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ

kirāmang kātibīn

yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

ya'lamụna mā taf'alụn

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ

innal-abrāra lafī na'īm

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

wa innal-fujjāra lafī jaḥīm

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

yaṣlaunahā yaumad-dīn

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ

wa mā hum 'an-hā bigā`ibīn

Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ

wa mā adrāka mā yaumud-dīn

Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ

ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ

yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh

(Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Setelah membaca firman Allah SWT lengkap dengan terjemahan surat Al Infithar ayat 1-19 tadi semoga umat muslim dapat senantiasa berbakti kepada Allah SWT dan mengerjakan hal-hal baik serta menghindari perbuatan yang dapat mendurhakai-Nya, agar kelak saat hari pembalasan tiba kita bisa menjadi golongan yang mendapat pertolongan dan rahmat dari Allah SWT. (HAI)