News
·
17 Maret 2021 17:44

Kandungan Surat Ad Dhuha yang Perlu Diamalkan

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Kandungan Surat Ad Dhuha yang Perlu Diamalkan (96463)
Ilustrasi membaca surat Ad Dhuha. Sumber: Unsplash
Dilansir dari Muqaddimah Al Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh Soenarjo (2019: 1069-1071), kandungan surat Ad Dhuha berisi tentang bimbingan dan pemeliharaan Allah SWT terhadap nabi Muhammad SAW yang tidak ada putusnya. Disebutkan pula maksud pemeliharaan tidak ada putusnya tersebut ialah kondisi dimana Allah tidak akan pernah meninggalkan ataupun membenci hamba-Nya.
ADVERTISEMENT
Kandungan surat Ad Dhuha tentang bimbingan dan pemeliharaan Allah SWT terhadap nabi Muhammad SAW sendiri dapat kita temukan dalam ayat ke-3 hingga ayat ke-8. Disebutkan dalam ayat-ayat tersebut bahwasanya Allah akan senantiasa memberikan karunia-Nya, melindungi, memberikan petunjuk, serta memberi kecukupan bagi setiap hamba-Nya. Berikut terjemahan dari ayat-ayat Alquran tersebut:
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu. Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” (QS. Ad Dhuha: 3-8)

Kandungan Surat Ad Dhuha yang Perlu Diamalkan Umat Muslim

Selain berisi penjelasan tentang bentuk pemeliharaan dan bimbingan Allah SWT terhadap nabi Muhammad SAW, kandungan surat Ad Dhuha juga berisi tentang larangan untuk menghardik anak yatim serta larangan untuk bersikap sewenang-wenang terhadap mereka yang suka meminta-minta. Adapun larangan tersebut benar-benar tampak jelas dalam terjemahan ayat ke-9 dan ke -10 surat Ad Dhuha berikut ini:
ADVERTISEMENT
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).” (QS. Ad Dhuha: 9-10)
Disamping itu, kandungan surat Ad Dhuha juga berisi pengingat bagi nabi Muhammad SAW untuk senantiasa menjadi pribadi yang bersyukur sebagaimana isi ayat terakhir surat Ad Dhuha berikut:
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).” (QS. Ad Dhuha: 11)
Beberapa kandungan surat Ad Dhuha tadi pada dasarnya tidak hanya ditujukan kepada nabi Muhammad SAW saja, namun juga diperuntukan bagi kita selaku umat ataupun pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW tersebut.
Oleh sebab itu, menurut isi kandungan surat Ad Dhuha tadi umat muslim dianjurkan untuk senatiasa menjadi pribadi yang selalu bersikap baik terhadap orang lain serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT karuniakan. Semoga kita bisa mengamalkan perintah tersebut sebaik mungkin dalam kehidupan sehari-hari ya! Insyaallah! (HAI/RA)