Kandungan Surat At Thariq Ayat 1-17 beserta Hikmahnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kandungan surat At Thariq yang tersimpan dalam Alquran tentu perlu dipahami dengan baik bagi umat Muslim. Untuk dapat memudahkan Anda memahami bagaimana kandungan surat At Thariq secara keseluruhan, simak pemaparan lengkap kandungan surat dan hikmah surat At Thariq dalam artikel berikut.
Kandungan Surat At Thariq Ayat 1-17 Lengkap dengan Hikmah dalam Kehidupan
Surat At Thariq adalah surat makkiyah dalam Alquran yang terdiri dari 17 ayat. Nama surat ini memiliki arti “Yang Datang di Malam Hari” yang diambil dari kalimat pada ayat pertama yaitu “At Thaariq.” surat ke-86 ini rupanya berisi tentang bagaimana Allah menciptakan manusia.
Lebih lengkap, kandungan surat At Thariq dijelaskan dalam buku berjudul Tadabur Al-Qur'an: Menyelami Makna Al-Qur'an dari Al-Fatihah Sampai An-Nas yang disusun oleh Syaikh Adil Muhammad Khalil (2018: 377) disebutkan bahwa surat ini dinamakan At Thariq sebab Allah memulai surat ini dengan bersumpah dengan At Thariq, yaitu; bintang yang berkilau.
Pembahasan utama surat At Thariq adalah penetapan tauhid kepada Allah dengan cara menjelaskan bagaimana asal usul manusia. Dalam surat ini juga berisi tentang bagaimana penjelasan bahwa Allah SWT senantiasa mencatat seluruh amalan hamba-hamba-Nya.
Tak hanya itu kandungan surat At Thariq juga berisi tentang bagaimana penetapan peristiwa kebangkitan manusia dari kubur dengan dalil mengingat kembali cara penciptaan manusia. Dalam surat ini juga dibahas bagaimana kemuliaan Alquran sebagai kitab suci dan juga ancaman Allah terhadap orang-orang kafir. Untuk dapat memahaminya dengan lebih lengkap, berikut ini surat At Thariq ayat 1-17 lengkap dengan latin dan artinya yang mudah dipahami:
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
1. was-samā`i waṭ-ṭāriq
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
2. wa mā adrāka maṭ-ṭāriq
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
3. an-najmuṡ-ṡāqib
(yaitu) bintang yang bersinar tajam,
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
4. ing kullu nafsil lammā 'alaihā ḥāfiẓ
setiap orang pasti ada penjaganya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
5. falyanẓuril-insānu mimma khuliq
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
6. khuliqa mim mā`in dāfiq
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
7. yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā`ib
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
8. innahụ 'alā raj'ihī laqādir
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
9. yauma tublas-sarā`ir
Pada hari ditampakkan segala rahasia,
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
10. fa mā lahụ ming quwwatiw wa lā nāṣir
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
11. was-samā`i żātir-raj'
Demi langit yang mengandung hujan,
وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
12. wal-arḍi żātiṣ-ṣad'
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
13. innahụ laqaulun faṣl
sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),
وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
14. wa mā huwa bil-hazl
dan (Al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan.
اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
15. innahum yakīdụna kaidā
Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat.
وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
16. wa akīdu kaidā
Dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
17. fa mahhilil-kāfirīna am-hil-hum ruwaidā
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu.
Dari kandungan surat At Thariq ayat 1-17 ini, kita dapat menyimpulkan hikmah surat At Thariq yang dapat kita ambil adalah perlunya kita sebagai umat Muslim untuk terus beriman kepada Allah Zat Yang Maha Menciptakan segala sesuatu. Tak hanya itu melalui surat ini juga manusia diberi peringatan untuk tetap berpegang teguh pada Alquran untuk memisahkan mana sesuatu yang baik dan buruk.(DAP)
