Konten dari Pengguna

Kapan Isra Miraj Terjadi? Inilah Sejarah Perjalanan Menakjubkan Rasulullah SAW

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isra Miraj. Sumber: unsplash,com
zoom-in-whitePerbesar
Isra Miraj. Sumber: unsplash,com

Beberapa umat muslim kerap kali bertanya, kapan Isra Miraj terjadi. Pertanyaan ini muncul mungkin karena setiap tahunnya dalam kalender masehi, peringatan Isra Miraj selalu berbeda-beda. Namun, pada dasarnya Isra Miraj jatuh pada tanggal 27 Rajab dalam kalender Islam atau kalender Hijriah. Lalu, bagaimana kisah sejarah perjalanan menakjubkan Rasululllah SAW?

Sejarah Perjalanan Menakjubkan Rasulullah SAW

Isra Miraj. Sumber: unsplash,com

Dikutip dari buku Isra Miraj karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Jalaluddin As-Suyuti, dan Fedrian Hasmand (2016), peristiwa Isra Miraj sudah dijelaskan dalam Surat Al-Isra ayat 1 yang artinya:

“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Setelah mengetahui kapan Isra Miraj terjadi, Anda juga perlu mengetahui perjalanan dari peristiwa yang dialami oleh Rasulullah SAW ini.

Jadi, pada saat itu, Rasulullah SAW sedang tertidur dan tiba-tiba didatangi oleh Malaikat Jibril lalu diajak bepergian. Secara umum, rangkaian peristiwa yang terjadi pada Isra Miraj adalah sebagai berikut.

  • Nabi kemudian melintasi sekelompok yang bercocok tanam, lantas langsung memanen hasilnya. Ini adalah gambaran umat yang berjihad fi sabilillah.

  • Nabi kemudian mencium aroma harum Masyitoh, yang memegang teguh keyakinannya kepada Allah, meski ia dan anak-anaknya dihukum dengan dimasukkan ke dalam penggorengan oleh Firaun.

  • Nabi bertemu pula dengan sekelompok orang yang yang memukul kepada dengan palu hingga pecah, lantas kepala itu utuh kembali dan dipukuli lagi. Ini gambaran orang yang malas atau meninggalkan salat maktubah (salat wajib).

  • Nabi bertemu sekelompok orang yang berenang di sungai darah dan dilempari batu-batu. Mereka adalah gambaran orang yang memakan harta riba.

  • Nabi bersua pula dengan orang-orang yang mengumpulkan kayu bakar, mengikat dan memanggulnya, tetapi beban kayu bertambah. Mereka adalah umat yang banyak mengambil tanggungan.

  • Nabi melintasi orang yang saling mengguntingi lidah dan bibir dengan gunting besi, gambaran ahli fitnah.

  • Nabi bertemu kaum yang mencakar wajah dengan kuku tembaga, gambaran orang yang gemar mengumpat dan menyebarkan aib.

(Anne)

Baca juga: 7 Hari Besar Agama Islam yang Tak Boleh Terlewatkan