Konten dari Pengguna

Keadaan Matahari Ketika Terjadi Peristiwa Kiamat Menurut Teori Fisika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Keadaan Matahari Ketika Terjadi Peristiwa Kiamat Menurut Teori Fisika. (Foto: geralt by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Keadaan Matahari Ketika Terjadi Peristiwa Kiamat Menurut Teori Fisika. (Foto: geralt by https://pixabay.com/id/)

Dalam agama Islam, kita mengenal hari kiamat merupakan hari di mana Allah Swt. mengumpulkan sekalian makhluk pada suatu tempat, bukan di bumi. Tempat tersebut dideskripsikan sebagai tempat yang tidak pernah menumpahkan setetes darah orang yang tidak bersalah dan tidak pernah melakukan kriminal. Adapun hari kiamat merupakan hari pengumpulan, hari penyesalan, hari kesedihan, hari peringatan, hari muwafaqah, hari persaksian, hari qishash, hari kebahagiaan, hari kegelisahan, hari ketakutan, hari keamanan, hari kenikmatan, hari azab, hari kesejahteraan, hari kelelahan, hari merasa haus, hari kepuasan, hari memakai pakaian, hari bertelanjang, hari keuntungan, hari kerugian, dan hari ketika orang-orang mukmin berbahagia dengan bantuanNya. Lalu, bagaimana keadaan matahari ketika terjadi peristiwa kiamat menurut teori fisika?

Bagaimana Terjadinya Kiamat Menurut Fisika?

Ilustrasi Keadaan Matahari Ketika Terjadi Peristiwa Kiamat. (Foto: TomMarc by https://pixabay.com/id/)

Dikutip dari buku Samudera Ilmu Sunnatullah Empirik yang ditulis oleh Sahri Muhammad (2014: 80), ilmu Fisika Quantum menjelaskan bahwa terjadinya kiamat di bumi sangat terkait pada keberadaan matahari. Bagaimana kondisi matahari ketika terjadi peristiwa kiamat menurut teori fisika?

Pembakaran matahari adalah berbeda dengan sistem pembakaran pada umumnya, seperti pembakaran rokok yang melepaskan abu rokok. Proses pembakaran matahari merupakan proses pembakaran “inti atom” yang tidak menimbulkan abu, namun dapat dipastikan bahwa penyusun “bahan bakar” matahari tersebut akan berkurang sampai pada suatu keadaan di mana matahari akan berhenti bercahaya mengingat reaksi inti atom juga memiliki umur untuk mengeluarkan sinarnya. Pada saatnya “umur matahari” akan berakhir, yang selanjutnya “matahari mati” dan akan berakibat pada proses “pemusnahan kehidupan di bumi”.

Terjadinya kiamat memberikan bukti bahwa alam ini adalah “baru” yaitu “yang diciptakan” Allah SWT. Letak matahari ke bumi adalah 149.597.870,7 km dan sinar matahari dapat ke bumi dalam waktu 8 menit 20 detik.

Apabila suatu saat nanti matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan tidak akan turun. Selanjutnya gunung-gunung akan meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik dan hancurlah bumi ini.

Demikian jawaban dari pertanyaan bagaimana keadaan matahari ketika terjadi peristiwa kiamat menurut teori fisika. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Bacaan Surat Al Infithar Ayat 1-19 Lengkap dengan Terjemahannya

(CHL)