Konten dari Pengguna

Keadaan yang Mengharuskan Ra' Dibaca Tarqiq

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ra' Dibaca Tarqiq Apabila. Sumber: Pexels/Alena Darmel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ra' Dibaca Tarqiq Apabila. Sumber: Pexels/Alena Darmel

Sebagai seorang muslim wajib untuk dapat membaca Al-Qur'an. Lebih baik lagi bila Al-Qur'an dibaca dengan baik dan indah. Maka penting untuk memahami cara membaca Al-Qur'an dengan benar, misalnya adalah Ra' dibaca Tarqiq apabila ada keadaan yang mengharuskannya.

Untuk mengerti pengucapan yang diperlukan agar ayat Al-Qur'an terbaca dengan benar dan dilantunkan dengan lebih indah, maka perlu dipelajari ilmu tajwid, ilmu tentang cara membaca Al-Qur'an.

Alasan Ra' Dibaca Tarqiq dalam Al-Quran

Ilustrasi Ra' Dibaca Tarqiq Apabila. Sumber: Pexels/Pok Rie

Allah berfirman dalam QS. Al-Muzammil Ayat 4, "dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan". Ayat tersebut ditafsirkan sebagai perintah untuk membaca Al-Qur'an secara seksama (tartil).

Tartil bisa diartikan pelan-pelan atau bacaan yang fasih. Dan ilmu yang diperlukan untuk tartil adalah ilmu tajwid.

Mengutip buku Panduan Lengkap Ilmu Tajwid untuk Segala Tingkatan: Belajar Praktis Membaca Al-Quran dengan Benar, Sistematis, dan Mudah karya Dr. Muhammad Isham Muflih al-Qudhat (2005, Hal. 5), ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan benar dan mempraktikannya dengan kriteria yang baik dan dapat diterima.

Tarqiq adalah tidak membesarkan pengucapan huruf. Ada keadaan di mana huruf ra' dibaca tarqiq dalam beberapa keadaan. Berikut uraiannya:

  1. Apabila ra' dibaca kasrah seperti (رِجَالٌ)

  2. Apabila ra' mati dan jatuh setelah ya' mati, baik berupa huruf madd seperti (خَبِيْرٌ) atau huruf layyin seperti (لَاضَيْرَ). Dibaca tarqiq hanya dalam keadaan waqaf.

  3. Apabila ra' mati dan jatuh setelah harakat kasrah asli dalam satu kata yang sama dan sesudah ra' tidak ada huruf isti'la' pada satu kata tadi seperti (مِرْية). Jika gugur salah satu dari syarat kasrah, maka ra' harus dibaca tafhim.

  4. Apabila ra' mati dan jatuh sesudah huruf mati selain isti'la' yang berada setelah kasrah pada satu kata yang sama seperti (سِحْر). Dibaca tarqiq hanya dalam keadaan waqaf.

  5. Ra' yang diikuti oleh huruf yang harus dibaca imalah. Hanya terdapat pada kata مَخْرِيْهَا dan tidak ada contoh lainnya dalam Al-Qur'an.

Baca Juga: Macam-Macam Hukum Bacaan Tajwid beserta Contohnya

Itulah contoh ra' dibaca tarqiq apabila menemui beberapa keadaan yang mengharuskannya dalam Al-Quran. Selamat belajar. (ARD)