Kebenaran Hadist Annadhofatu Minal Iman Arab

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Annadhofatu Minal Iman merupakan kalimat Bahasa Arab yang sering kali diucapkan dan dianggap sebagai hadist tentang kebersihan. Padahal kebenaran dari hadist ini belum terbukti. Beberapa pendapat mengatakan bahwa tidak ada sanad yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut berasal dari Nabi Muhammad SAW. Supaya lebih jelas mari kita simak ulasan berikut ini dengan saksama.
Kebenaran tentang Hadist Annadhofatu Minal Iman
Pada salah satu ceramah, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa annadhofatu minal iman, kebersihan sebagian daripada iman. Itu hadist palsu, saking palsunya di kitab hadist palsu pun tidak ditemukan.
Wallahu a’lam bish-shawab. Melalui penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat kita dapat pahami bahwa annadhofatu minal iman bukanlah hadist dari Rasulullah SAW. Namun, sebagai umat muslim yang beribadah setidaknya lima kali dalam hari maka penting bagikita untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri.
Menjaga Kebersihan dan Kesucian
Islam mengajarkan tentang taharah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), taharah artinya suci, bersih, dan kesucian badan yang diwajibkan bagi orang yang beribadah. Ibnu Abdullah dalam bukunya yang berjudul Fiqih Thaharah: Panduan Praktis Bersuci menjelaskan bahwa Islam menempatkan masalah taharah sebagai satu masalah penting yang tidak dapat dianggap remeh (2018: 13). Adapun dua hal yang menyebabkan taharah menjadi perkara penting, yaitu:
Taharah menjadi syarat sahnya ibadah-ibadah tertentu, contohnya sholat. Apabila seorang muslim tidak mendirikan sholat atas dasar taharah (suci dari hadas dan najis) maka sholatnya dianggap tidak sah. Naudzubillah min dzalik.
Taharah berkaitan langsung dengan masalah kebersihan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 222.
Alquran Surat Al Baqarah Ayat 222
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ - ٢٢٢
Artinya: Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.
Jadi, jelas ya dalil tentang menjaga kebersihan dalam agama Islam. Akhir kata, kesalahan berasal dari manusia sebab kebenaran yang sebenarnya hanya dari Allah SWT. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dan belajar dengan guru agama atau ustaz, ya! (AA)
