Konten dari Pengguna

Kedudukan Selat Muria yang menjadi Pelabuhan Kerajaan Demak di Masa Lampau

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu, sumber: unsplash/BakhromTursunov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu, sumber: unsplash/BakhromTursunov

Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu? Dahulu, Selat Muria berfungsi untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria. Selat Muria ini menjadi kawasan perdagangan yang ramai dikunjungi pada masanya.

Namun pada tahun 1657, endapansungai yang bermuara di Selat Muria terbawa laut, sehingga menyebabkan selat tersebut semakin dangkal hingga akhirnya menghilang.

Kedudukan Selat Muria yang menjadi Pelabuhan Kerajaan Demak

Ilustrasi Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu, sumber: unsplash/MufidMajnun

Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu? Mengutip buku Benantara oleh Bukhori Masruri (2021: 84), pada abad ke-17 M, Selat Muria adalah salah satu jalur transportasi yang sangat masif digunakan oleh masyarakat dalam melakukan kegiatan perdagangan.

Selat ini bahkan berhasil menjadikan Kota Demak sebagai pelabuhan yang sangat ramai untuk melakukan kegiatan perdagangan. Zaman dulu, tepi Selat Muria terdapat pelabuhan perdagangan yang memasarkan berbagai komoditas, seperti kain tradisional, garam terasi, dan masih banyak lagi.

Selat Muria juga menjadi lokasi untuk galangan-galangan kapal yang memproduksi kapal Jung Jawa berbahan kayu jati. Kayu tersebut banyak ditemukan di Pegunungan Kendeng. Letaknya berada di bagian selatan selat.

Sebab Kemunduran Selat Muria

Ilustrasi Bagaimana kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu, sumber: unsplash/Zoe

Dikarenakan terjadi konflik politik, komoditas yang awalnya terletak di Selat Muria berpindah ke Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta. Selain itu, endapan-endapan dari sungai yang bermuara ke Selat Muria perlahan-lahan terbawa laut hingga menyebabkan selat ini semakin dangkal.

Akibatnya, kapal-kapal besar tidak dapat berlabuh di Selat Muria. Seiring berkembangnya zaman, Selat Muria akhirnya menghilang. Saat ini, sisa-sisa dari Selat Muria bisa dilihat di Sungai Kalilondo yang terbentang dari Juwana timur hingga ke Ketanjung barat.

Selain itu, hilangnya Selat Muria juga menyebabkan terbentuknya sungai-sungai, seperti Sungai Silugunggo yang melintasi Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Baca juga: Alasan Khusus Kerajaan Demak Menguasai Banten menurut Sejarah

Jadi, kedudukan Selat Muria yang menjadi pelabuhan Kerajaan Demak pada saat itu sebagai penunjang perekonomian. Dengan begitu, masyarakat yang hidup di sekitar selat tersebut dapat memiliki mata pencaharian yang baik untuk meningkatkan taraf kehidupannya. (DLA)