Konten dari Pengguna

Kegiatan Rebo Wekasan sebagai Tradisi Masyarakat Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk kegiatan Rebo Wekasan. Sumber: pexels.com/Maxime Levrel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk kegiatan Rebo Wekasan. Sumber: pexels.com/Maxime Levrel

Kegiatan rebo wekasan adalah salah satu kegiatan dalam tradisi Jawa. Dalam Bahasa Indonesia, Rebo Wekasan berarti Rabu terakhir. Hal ini karena pelaksanaannya adalah pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar di kalender Hijriah.

Kegiatan yang dilakukan masyarakat Jawa pada Rebo Wekasan berkaitan dengan tradisi. Salah satu contohnya adalah kegiatan selamatan.

Contoh Kegiatan Rebo Wekasan

Ilustrasi untuk kegiatan Rebo Wekasan. Sumber: unsplash.com/Camille Bismonte

Rebo Wekasan memiliki nama lain Rebo Pungkasan. Rebo Wekasan diadakan pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Salah satu wilayah yang mengadakan tradisi upacara Rebo Wekasan adalah Desa Wonokromo, Bantul.

Menurut buku Kuliner Yogyakarta Pantas Dikenang Sepanjang Masa oleh Murdijati Gardjito, dkk, (2017: 55), upacara Rebo Wekasan bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas terhindarnya wabah penyakit yang dulu pernah menyerang masyarakat pada wilayah itu.

Kegiatan Rebo Wekasan di Desa Wonokromo, Bantul, adalah berupa upacara yang dilaksanakan setahun sekali pada hari Selasa malam Rabu pada minggu terakhir bulan Safar.

Pada saat upacara diadakan, banyak penjual makanan di sekitar tempat berjalannya upacara. Ciri khas upacara tersebut adalah penganan lemper yang melambangkan orang yang datang ke tempat upacara hatinya harus lurus seperti lemper.

Ada pula makanan lain dalam sesaji yang digunakan dalam upacara selamatan. Seminggu sebelum acara biasanya terdapat stan-stan permainan dan pasar malam.

Menurut situs budaya.jogjaprov.go.id, upacara ini dulu bertempat di tempuran Sungai Opak dan Sungai Gajahwong. Pasar malamnya lalu dipindah di Lapangan Wonokromo. Kegiatan lain adalah kirab lemper raksasa sebagai puncak acara. Kirab dilakukan dari Masjid Wonokromo menuju Balai Desa Wonokromo.

Kirab diawali dengan barisan prajurit Keraon Yogyakarta yang disusul oleh lemper raksasa tiruan yang diusung oleh empat orang lalu diikuti lemper dengan ukuran 40 cm dan 15 cm. Lalu di belakangnya diikuti kelompok kesenian setempat.

Setelah lemper ditempatkan di balai desa, diadakan acara pemotongan lemper oleh pejabat setempat. Lemper lalu dibagikan pada para pengunjung.

Selain Desa Wonokromo di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi Rebo Wekasan juga dilaksanakan di daerah Kudus, Garut, Tegal, dan lain sebagainya.

Baca juga: Menilik Apa Itu Rebo Wekasan Lengkap dengan Sejarah Tradisinya

Itulah kegiatan Rebo Wekasan dengan contoh tradisi di Desa Wonokromo, Bantul. Tradisi ini adalah bentuk budaya masyarakat di Indonesia yang telah mengakar dan perlu dilestarikan. (IND)