Kegunaan Pola Lantai Garis Diagonal untuk Kesan Tarian

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesan tarian yang ingin ditimbulkan oleh garis diagonal adalah kedinamisan, kegesitan, dan kelincahan. Pola garis diagonal adalah salah satu contoh dari pola lantai dalam seni tari.
Ruang dalam seni tari tidak hanya diwujudkan melalui gerakan penari, namun mencakup ruang gerak yang dihasilkan dari posisi saat penari bergerak di tempat dan lintasan saat penari berpindah tempat.
Kesan Tarian yang Ingin Ditimbulkan oleh Garis Diagonal
Pola lantai termasuk dalam ruang gerak yang merupakan unsur pokok seni tari. Ruang gerak adalah ruang yang tercipta dari gerak yang dilakukan penari.
Ruang gerak meliputi posisi, level, dan jangkauan penari. Posisi dalam tari terdiri dari arah hadap dan arah gerak.
Dalam menari, penari dapat mengambil arah hadap ke depan, belakang, kanan, kiri, serong kanan depan, serong kiri depan, serong kanan belakang, dan serong kiri belakang. Penari juga dapat bergerak ke arah kanan, kiri, depan, belakang, zig-zag, dan berputar.
Mengutip Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VII, Non Dwishiera Cahya Anasta dan Diah Kusumawardani Wijayanti (2021), posisi dan garis lintasan disebut dengan istilah pola lantai. Pola lantai dapat dibentuk oleh penari tunggal, berpasangan ataupun berkelompok.
Contoh pola lantai dalam seni tari adalah:
Pola lantai satu orang penari, dalam gerak ditempat.
Pola lantai perpindahan dari gerak duduk di tengah panggung ke gerak berdiri sudut kanan panggung.
Pola lantai penari berpasangan saat bergerak di tempat.
Pola lantai penari berpasangan saat bergerak di tempat.
Pola transisi penari berpasangan membentuk pola diagonal dan saling berhadapan.
Pola lantai 6 orang penari dalam gerak ditempat.
Pola perpindahan dalam tari kelompok.
Pola perpindahan dalam tari berpasangan.
Pola garis diagonal sering diasosiasikan dengan benda-benda seperti pohon atau tiang yang hampir rebah, orang berlari, dan lain-lain yang mengesankan keadaan tidak seimbang dan menimbulkan gerakan akan jatuh.
Berdasarkan buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa, Sofyan Salam, Sukarman, Hasnawati, Muhammad Muhaemin (2020), garis diagonal memiliki kesan bergerak, dinamis, tidak seimbang, dan lincah. Dengan kesan seperti itu, garis diagonal biasa digunakan untuk melambangkan kedinamisan, kegesitan, dan kelincahan.
Baca Juga: Memahami Pola Lantai Garis Lengkung dalam Seni Tari
Dalam teori seni, baik seni tari maupun teori dari seni rupa, kesan tarian yang ingin ditimbulkan oleh garis diagonal adalah kedinamisan, kegesitan, dan kelincahan.
(ARD)
