Kekurangan dan Kelebihan Pasar Bebas

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar bebas adalah kondisi pasar yang diserahkan sepenuhnya pada mekanisme penawaran dan permintaan terhadap barang, jasa dan uang tanpa campur tangan pemerintah. Sebagian pelaku usaha dan konsumen menyambut baik karena bisa bertransaksi maksimal sesuai kebutuhan sendiri. Sebagian merasa khawatir tidak bisa bertahan dalam persaingan. Karena itu, pembahasan tentang pasar bebas tidak akan lengkap jika hanya sebutkan kelebihan pasar bebas tanpa menyebutkan juga kekurangannya.
Laman www.djkn.kemenkeu.go.id menyebutkan teori Adam Smith bahwa permintaan dan penawaran dalam pasar bebas adalah tangan tak terlihat (invisible hand) yang akan menstimulus pasar menuju keseimbangannya.
Pasar bebas seperti halnya semua tindakan beresiko, memiliki dampak pada 2 sisi, yaitu kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Pasar Bebas
Potensi pasar tak terbatas.
Potensi sumber barang dan jasa tak terbatas.
Masyarakat bebas memiliki sumber daya dan kekayaan secara individu.
Bebas mengakses informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
Ada ketergantungan antar negara sehingga mengurangi potensi perang.
Inovasi makin terpacu berkat persaingan, baik dari sisi desain, teknologi dan efisiensi.
Produktivitas makin tinggi dimana penyedia barang dan jasa yang paling efektif dan efisien yang akan bertahan.
Kemudahan mendapatkan modal asing tanpa terhalangi oleh peraturan yang berlapis.
Semua orang berhak mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi.
Hampir tidak ada birokrasi sehingga keputusan usaha bisa dilaksanakan lebih cepat.
Kekurangan Pasar Bebas
Timbul persaingan harga yang tidak masuk akal, yang berimbas pada standar pengupahan.
Timbul persaingan upah rendah sehingga kesejahteraan sulit terangkat.
Mematikan usaha kecil yang tidak kuat modal.
Monopoli perusahaan besar.
Dana dalam jumlah besar bisa tiba-tiba dipindahkan ke negara lain.
Kerugian dalam perdagangan ditanggung individu.
Ada pembatasan peran individu dalam perdagangan sesuai dengan perijinan.
Ada tahap-tahap birokrasi yang perlu waktu dan dana untuk mengurusnya.
Peningkatan angka pengangguran di negara-negara yang tidak kompetitif.
Kesenjangan ekonomi akan makin lebar antara si kaya dan si miskin atau antara negara maju dan negara miskin.
Selain daftar kelebihan pasar bebas dan kekurangannya diatas, masih banyak lagi yang lain. Sejauh ini pasar bebas yang telah terjadi masih dibatasi pada komoditi tertentu atau kawasan tertentu, contohnya AFTA, NAFTA, Uni Eropa dan sebagainya. (LUS)
