Konten dari Pengguna

Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik di Termometer

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tuliskan Kelemahan Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik. Sumber: Unsplash/Jaroslaw Kwoczala
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tuliskan Kelemahan Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik. Sumber: Unsplash/Jaroslaw Kwoczala

Tuliskan kelemahan dari penggunaan raksa sebagai zat termometrik merupakan salah satu pertanyaan pada pelajaran IPA, khususnya fisika. Zat termometrik sendiri terdapat di dalam alat bernama termometer.

Ada berbagai jenis termometer, salah satunya adalah termometer raksa. Raksa dalam termometer tersebut digunakan untuk melihat apakah ada kenaikan atau penurunan suhu.

Mengenal Termometer Raksa

Ilustrasi Tuliskan Kelemahan Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik. Sumber: Unsplash/Matteo Fusco

Termometer memiliki peranan yang cukup penting, karena tidak hanya dapat mengukur benda tetapi juga dapat mengetahui suhu tubuh. Oleh sebab itu, hampir semua orang memiliki termometer. Sayangnya masih segelintir orang yang mengetahui sejarah penemuannya.

Penemuan pengukuran suhu pertama kali dilakukan oleh dokter sekaligus ilmuwan Yunani bernama Galen pada 170M. Pengukuran suhu tersebut bernama termoskop atau termometer tanpa skala.

Setelah penemuan tersebut, ada banyak ilmuwan dan penemu yang yang mulai mengembangkan termoskop. Galileo Galilei, Santorio Santorio, Ferdinand II, Daniel Gabriel Fahrenheit, Anders Celcius, Rene Antoine Ferchault de Reamur, dan Lord Kelvin merupakan tokoh yang berkontribusi dalam penemuan termometer.

Daniel Gabriel Fahrenheit merupakan tokoh yang mengganti alkohol menjadi merkuri atau air raksa untuk menentukan suhu termometer. Raksa dipilih karena memiliki sifat yang stabil dan sangat baik dalam mengukur keadaan mendidih atau beku.

Air raksa tersebut digunakan sebagai penunjuk suhu suatu benda atau tubuh. Dikutip dari buku Mudah Menguasai Fisika (SMP Kelas 2), Redaksi Kawan Pustaka (2006), raksa akan mengembang jika termometer menyentuh benda yang lebih hangat.

Kelemahan dari Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik dan Kelebihannya

Ilustrasi Tuliskan Kelemahan Penggunaan Raksa sebagai Zat Termometrik. Sumber: Unsplash/Ilse Orsel

Tuliskan kelemahan dari penggunaan raksa sebagai zat termometrik dan kelebihannya! Berikut ulasannya.

1. Kelemahan Termometer Raksa

Termometer raksa biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Meski banyak digunakan, ternyata termometer ini memiliki kelemahan atau kekurangan, antara lain:

  • Harga raksa tergolong mahal

  • Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah

  • Raksa adalah zat yang beracun, sehingga berbahaya jika tabungnya pecah

2. Kelebihan Termometer Raksa

Selain memiliki kelemahan, terdapat kelebihan termometer raksa. Berikut kelebihannya.

  • Saat memuai atau menyusut, raksa tidak membasahi dinding

  • Raksa dapat terpanasi secara merataRaksa sangat mudah dilihat

  • karena mengkilap

  • Saat terjadi perubahan suhu, volume raksa berubah secara teratur

Baca juga: Penjelasan Macam-Macam Termometer dan Kegunaannya

Itu tadi adalah jawaban dari “Tuliskan kelemahan dari penggunaan raksa sebagai zat termometrik dan kelebihannya”. Semoga penjelasan tentang termometer raksa dapat menambah ilmu pengetahuan. (FAR)